FIFA Perkenalkan Aturan Baru Cegah Rasisme, Pemain Dilarang Lakukan Ini

Gianluca Prestianni, Benfica, Real Madrid, IFAB, FIFA, Vinicius Law, Piala Dunia, FIFA Perkenalkan Aturan Baru Cegah Rasisme, Pemain Dilarang Lakukan Ini

Aksi rasisme yang terjadi di laga Benfica vs Real Madrid membuat Vinicius Jr dan Gianluca Prestianni mendapat sorotan tajam dari publik dalam beberapa pekan terakhir.

Gianluca Prestianni diduga melakukan tindakan rasisme kepada Vinicius Jr usai melakukan selebrasi atas golnya ke gawang Benfica pada menit ke-50.

Menanggapi hal tersebut, UEFA ikut turun tangan dan tengah menyelidiki insiden tersebut.

Prestianni akhirnya dijatuhi sanksi oleh UEFA, yang membuatnya absen pada leg kedua antara kedua tim pada Rabu lalu saat Real Madrid menang 2-1 atas Benfica.

Kedua belah pihak, baik Prestianni maupun Benfica, telah membantah tuduhan bahwa ia menyebut Vinicius sebagai monyet.

Selain itu,audio di lapangan yang tidak merekam dialog antara pemain juga membuat penyelidikan semakin sulit karena tidak ada bukti yang meyakinkan.

Aturan Terbaru dari IFAB

Tindakan Prestianni yang menutup mulutnya sebelum berbicara kepada Vinicius menandakan bahwa pembacaan gerak bibir tidak bisa dijadikan bukti yang sahih.

Walaupun begitu, FIFA dan IFAB kini tengah berupaya mencari solusi atas persoalan tersebut.

Berdasarkan laporan Diario AS, kedua badan itu sepakat mengambil langkah untuk menekan praktik rasisme dengan melarang pemain menutupi mulut saat berbicara dengan lawan.

Aturan ini belakangan secara informal dijuluki “Vinicius Law” karena mencuat setelah perselisihan antara Vinicius Jr dan Gianluca Prestianni.

Gianluca Prestianni, Benfica, Real Madrid, IFAB, FIFA, Vinicius Law, Piala Dunia, FIFA Perkenalkan Aturan Baru Cegah Rasisme, Pemain Dilarang Lakukan Ini

Penyerang Real Madrid, Vinicius Junior, berbicara dengan pelatih kepala SL Benfica, Jose Mourinho, setelah mendengar hinaan rasis pada laga leg pertama babak play-off knockout Liga Champions UEFA antara SL Benfica dan Real Madrid CF di Estadio da Luz di Lisbon pada 17 Februari 2026.

Dalam pertemuan terbaru IFAB yang digelar pada Sabtu, diputuskan bahwa pesepak bola tidak diperbolehkan menutup mulut menggunakan jersey, benda lain, maupun tangan ketika berbicara dengan pemain lawan.

Regulasi tersebut direncanakan akan dirampungkan sebelum Piala Dunia musim panas mendatang dan berpeluang diterapkan pada turnamen empat tahunan itu.

FIFA pun menegaskan komitmennya untuk memerangi rasisme, dan kebijakan baru ini menjadi salah satu wujud nyata dari tekad tersebut.

Dukungan dari Thibaut Courtois

Penerapan "Vinicius Law" langsung mendapat dukungan dari kiper Real Madrid, Thibaut Courtois.

Secara pribadi, ia menyatakan dukungan terhadap rencana aturan itu untuk menekan aksi rasisme di sepak bola. 

"Jika larangan menutup mulut dapat mengakhiri hinaan semacam ini, saya akan menyambutnya," kata Courtois, dikutip dari The Athletic. 

"Saya tidak keberatan (dengan aturan itu) jika bisa membasmi rasisme," tambahnya.

Langkah ini kemungkinan juga akan disambut baik oleh Real Madrid, yang terus mendukung Vinicius di tengah kasus yang saat ini masih dalam penyelidikan oleh UEFA.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang