Ngaku Jadi Korban Rasisme usai Lakukan Tendangan Kungfu, Fadly Alberto Disindir Pemain Dewa United: Lebay!
Pemain Dewa United U-18, Oumar Nja Ariel Denzel, melontarkan pernyataan tegas menanggapi isu rasisme yang disebut jadi motif pemain Bhayangkara FC, Fadly Alberto Hengga melakukan aksi tendangan “kungfu”.
Aksi tendangan kungfu tersebut dilakukan Fadly ke arah pemain Dewa United U-20 saat keuda tim bertemu dalam laga EPA U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu 19 April 2026.
Pernyataan Oumar muncul setelah COO Bhayangkara FC, Sumardji, menyebut dugaan rasisme menjadi pemicu emosi Fadly sebelum melakukan pelanggaran keras dalam pertandingan tersebut.
Dewa United Minta Pelaku Kekerasan Tendangan Kungfu Dihukum Tegas Hingga Pidana
Oumar menilai alasan tersebut berlebihan. Ia mengaku pernah mengalami perlakuan serupa di level usia muda, namun tidak bereaksi dengan tindakan emosional.
“Gak usah lebay, kemarin anak Bhayangkara U-18 manggil gue (seperti itu), tapi gw santai saja tuh gak lebay kaya lu,” tulis Oumar melalui Instagram pribadinya @dzlariel.

Sebagai informasi, insiden tendangan kungfu yang dilakukan Fadly bermula dari pertandingan Elite Pro Academy (EPA) U-20 yang mempertemukan Bhayangkara FC dan Dewa United.
Dalam laga tersebut, Fadly Alberto terlihat melayangkan tendangan keras ke arah dua pemain Dewa United, Mohamad Ridwan dan Rakha Nurkholis, yang mengakibatkan salah satu pemain mengalami luka di bagian wajah.
Setelah kejadian itu, Fadly Alberto menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada pemain yang menjadi korban, tim Dewa United, serta pihak lain yang terdampak. Ia mengakui tindakannya sebagai kesalahan.
Sementara itu, pihak Bhayangkara FC melalui Sumardji menjelaskan bahwa Fadly sebelumnya mengaku menerima ucapan bernuansa rasis dari bench Dewa United, yang kemudian memicu emosinya. Meski demikian, tindakan kekerasan yang dilakukan tetap dinilai tidak dapat dibenarkan.