Premier League Disebut Menolak Penerapan Peraturan Baru VAR
Premier League dikabarkan tak akan mengadopsi peraturan baru Video Assistant Referee (VAR) untuk menilai apakah tendangan sudut harus diberikan atau tidak.
Laporan dari Sky Sports News mengatakan jika fitur baru VAR baru akan dicoba pertama kali oleh FIFA di Piala Dunia 2026.
Sebelumnya, Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) pada Rapat Umum Tahunan (AGM) mereka pada hari Sabtu telah meratifikasi aturan tersebut.
Akan tetapi, fitur tersebut belum dimasukkan ke dalam protokol resmi permainan dan bersifat opsional dengan pertimbangan masing-masing kompetisi.
IFAB telah memutuskan bahwa peningkatan pengawasan terhadap tendangan sudut harus diserahkan kepada kebijaksanaan penyelenggara kompetisi.
Sejauh ini, belum ada keputusan yang diambil di Skotlandia, karena arahan baru IFAB secara mendalam sebelum memutuskan apakah tendangan sudut di Liga Utama Skotlandia akan berada di bawah yurisdiksi VAR musim depan.
Premier League Hindari Peningkatan VAR Berlebihan
Premier League berkomitmen untuk mencegah penggunaan VAR yang dianggap berlebihan.
Terutama saat para petugas di Stockley Park mulai meninjau keputusan wasit untuk pelanggaran yang semakin sepele.
Para petinggi liga ingin mengurangi interupsi selama pertandingan dan memastikan VAR hanya digunakan untuk kejadian yang benar-benar berpengaruh pada hasil akhir.
Adapun kejadian yang dianggap hanya bisa mendapat intervensi VAR seperti keputusan kartu merah, gol, dan penalti.
Karena itu, walaupun seluruh kompetisi wajib mengikuti perubahan resmi dalam Laws of the Game atau ketentuan IFAB, setiap pembaruan VAR yang bersifat opsional tidak akan diterapkan di kasta tertinggi sepak bola Inggris.
Penerapan Aturan Baru
FIFA melalui Ketua Komite Wasitnya, Pierluigi Collina, menyampaikan tanggapan terkait rencana perubahan regulasi yang akan mulai diterapkan pada Piala Dunia 2026.
"Kami memutuskan untuk bergerak maju di jalur upaya membuat permainan lebih bersih, menjaga tempo pertandingan tetap tinggi, dan membersihkan permainan dari gangguan apa pun," kata Pierluigi Collina.
Ia menilai bahwa penerapan aturan tersebut diharapkan dapat meningkatkan mutu permainan sepak bola sekaligus tetap menjaga esensi dan kelancaran pertandingan.
"Semua keputusan ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas sepak bola di seluruh dunia."
"Kami ingin melindungi permainan ini, kami ingin membuat permainan ini lebih menyenangkan, menghibur, dan saya berani mengatakan lebih baik," jelasnya.
Adapun keputusan IFAB dilatarbelakangi kritik berkelanjutan dari suporter, pengamat, dan klub yang menilai laga sering terganggu oleh taktik buang waktu serta penerapan teknologi yang tidak seragam.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang