Qatar Airways Lepas Seluruh Sahamnya di Cathay Pacific Hampir Rp15 Triliun, Akhiri Investasi Setelah 8 Tahun
Maskapai asal Qatar, Qatar Airways, melepas seluruh kepemilikan saham di Cathay Pacific Airways dengan nilai mencapai US$897 juta atau Rp 14,97 triliun (estimasi kurs Rp 16.690). Aksi korporasi ini menandai berakhirnya investasi selama delapan tahun dengan maskapai Hong Kong tersebut.
Pada Rabu malam waktu setempat, 5 November 2025, Cathay Pacific mengumumkan Qatar Airways telah mengajukan penawaran untuk menjual seluruh kepemilikannya sebesar 9,7 persen. Maskapai Hong Kong itu akan melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan harga HK$10,8374 per lembar atau sekitar 4 persen lebih rendah dari harga penutupan terakhir.
Qatar Airways pertama kali membeli saham Cathay Pacific pada November 2017 dari Kingboard Chemical Holdings yang menjadikannya pemegang saham terbesar ketiga setelah Swire Pacific dan Air China. Kala itu menjadi investasi besar pertama Qatar Airways di maskapai Asia yang tujuan memperluas pengaruh global dan meningkatkan arus penumpang di Doha.
Dikutip dari CNBC Internasional pada Jumat, 7 November 2025, CEO Qatar Airways, Badr Mohammed Al-Meer, menjelaskan keputusan perusahaan keluar dari Cathay Pacific sejalan dengan strategi portofolio perusahaan yang disiplin. Ia menegaskan langkah tersebut dilakukan setelah perusahaan mencatat hasil keuangan yang kuat dalam beberapa periode terakhir.
Qatar Airways Boeing 787 Dreamliner
Dalam beberapa tahun terakhir, Qatar Airways memang aktif melakukan investasi strategis di sejumlah maskapai dunia untuk memperkuat posisinya di pasar global. Selain Cathay Pacific, maskapai asal Timur Tengah itu juga tercatat memiliki saham di International Airlines Group (IAG), induk dari British Airways, kemudian di LATAM Airlines (Amerika Selatan), dan Virgin Australia.
Manajemen Cathay Pacific menilai keputusan buyback saham milik Qatar Airways sebagai bentuk kepercayaan terhadap prospek masa depan perusahaan. Maskapai tersebut akan membiayai transaksi melalui sumber dana internal serta fasilitas kredit yang sudah ada. Cathay juga membayar sekitar 35 persen lebih tinggi dari harga pembelian awal Qatar Airways delapan tahun lalu.
Ketua Cathay Pacific, Patrick Healy, menuturkan aksi korporasi ini menjadi bukti optimisme investor terhadap perusahaan. Saat ini, maskapai telah menyusun rencana investasi sebesar HK$100 miliar selama tujuh tahun yang mencakup pembaruan armada, produk kabin, dan ruang tunggu (lounge) guna memberikan pengalaman pelanggan.
Jika kesepakatan ini disetujui, kepemilikan Swire Pacific sebagai pemegang saham pengendali Cathay Pacific akan meningkat menjadi 47,69 persen dari sebelumnya 43,12 persen. Sementara itu, Air China akan melihat porsi sahamnya naik menjadi 31,78 persen dari 28,74 persen.
Meski Qatar Airways resmi keluar dari struktur kepemilikan, kedua maskapai menegaskan komitmen untuk melanjutkan kemitraan dalam Aliansi oneworld.