Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, BMKG: Indonesia Timur Dapat Seluruh Fase
Gerhana Bulan Total akan terjadi pada Selasa (3/3/2026). Masyarakat dapat mengamati fenomena ini dengan mata telanjang selama langit cerah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, seluruh wilayah Indonesia dapat menyaksikan gerhana bulan total kali ini.
Namun, durasi dan kelengkapan fase yang terlihat berbeda di setiap wilayah.
Wilayah Indonesia Timur menjadi daerah yang paling lama dan paling lengkap menyaksikan seluruh rangkaian gerhana.
Indonesia Timur dapat fase gerhana penuh
Pelaksana Harian Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Dr. A. Fachri Radjab menjelaskan, Indonesia Timur dapat mengamati seluruh fase gerhana.
"Wilayah Indonesia Timur dapat menyaksikan seluruh fase (mulai dari fase gerhana bulan penumbra, gerhana bulan sebagian, gerhana bulan total, puncak gerhana bulan total, gerhana bulan sebagian berakhir, gerhana bulan penumbra berakhir)," terang Fachri saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (25/2/2026).
Artinya, masyarakat di wilayah WIT bisa mengikuti proses gerhana sejak awal hingga selesai tanpa terlewat satu fase pun, selama kondisi cuaca mendukung.
Sementara itu, wilayah Indonesia Tengah dan sebagian kecil Indonesia Barat mulai dapat menyaksikan gerhana saat fase sebagian hingga berakhirnya penumbra.
"Di wilayah Indonesia Tengah dan sebagian kecil wilayah Indonesia Barat dapat menyaksikan mulai dari fase gerhana bulan sebagian, gerhana bulan total, puncak gerhana bulan total, gerhana bulan sebagian berakhir, dan gerhana bulan penumbra berakhir," jelasnya.
Adapun sebagian besar wilayah Indonesia Barat baru dapat mengamati fenomena ini ketika Bulan memasuki fase gerhana total.
"Untuk sebagian besar wilayah Indonesia Barat dapat menyaksikan mulai dari fase gerhana bulan total, puncak gerhana bulan total, gerhana bulan sebagian berakhir, gerhana bulan penumbra berakhir," papar Fachri.
Kapan waktu terbaik menyaksikan gerhana?
Fachri menyebutkan, waktu terbaik menyaksikan fenomena ini ketika memasuki fase gerhana total dan puncak gerhana.
"Waktu terbaik menyaksikan fase gerhana bulan total dari jam 18:03:56 WIB sampai dengan jam 19:03:23 WIB pada saat langit cerah," ujar Fachri.
Berdasarkan data BMJG, berikut rincian untuk Indonesia Barat:
- Gerhana total dimulai pukul 18.03.56 WIB
- Puncak gerhana pada pukul 18.33.39 WIB
- Gerhana total berakhir pukul 19.03.23 WIB.
Berikutnya, di Indonesia Timur rinciannya sebagai berikut:
- Gerhana total total berlangsung pukul 19.03.56
- Puncak gerhana pada 19.33.39 WITA
- Gerhana total berakhir pukul 20.03.23 WITA.
Sementara di wilayah Timur, begini rinciannya:
- Gerhana total dimulai pukul 20.03.56 WIT
- Puncak Gerhana pada 20.33.39 WIT.
- Gerhana total berakhir pukul 21.03.23 WI.
Rentang waktu tersebut menjadi momen terbaik untuk menyaksikan Bulan berwarna merah karena Bulan berada sepenuhnya di dalam bayangan inti Bumi.
Mengapa bulan tampak merah?
Gerhana Bulan Total terjadi saat Matahari - Bumi - Bulan berada dalam satu garis lurus pada fase purnama. Dalam posisi ini, Bulan masuk ke bayangan inti Bumi atau umbra.
Saat puncaknya, Bulan terlihat kemerahan akibat hamburan cahaya di atmosfer Bumi.
Cahaya biru lebih banyak tersebar, sedangkan cahaya merah tetap lolos dan mencapai permukaan Bulan. Proses inilah yang membuat Bulan tampak merah saat gerhana total.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang