Mendes Yandri Luruskan Wacana Pembatasan Minimarket: Gerai Lama Tetap Jalan

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengungkap akan menyetop penyebaran bisnis minimarket saat Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sudah berjalan.
"Saya setuju sekali di forum terhormat ini, Pak Ketua, kalau Kopdes itu sudah berjalan, sejatinya Alfamart dan Indomaret setop," ujar Yandri dalam rapat dengan Komisi V DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada 12 November 2025.
DIberitakan , Jumat (20/2/2026), menurut Yandri, minimarket sudah terlalu merajalela sehingga bisa mengancam Kopdes Merah Putih.
Sementara itu, menurutnya, kekayaan dari pemilik minimarket sudah cukup besar karena dibiarkan merajalela selama ini.
"Buat apa kita membangun Kopdes, tapi Alfamart sama Indomaret atau sejenisnya merajalela? Ya itu artinya ya tidak apple to apple sebenarnya, kalau mereka sudah sangat besar sangat monopoli selama ini, ya tentu akan menjadi ancaman bagi Kopdes," paparnya.
"Saya setuju Kopdes jalan, Alfamart cukup sampai di situ, sudah 20.000 lebih Alfamart dan Indomaret. Dan luar biasa itu merajalelanya, dia lagi, dia lagi, dia lagi. Betul itu. Kekayaannya sudah terlalu menurut saya untuk Republik ini," sambung Yandri.
Respons banyak pihak
Ketua Komisi V DPR Lasarus mendukung jika desa didominasi dengan Kopdes Merah Putih atau BUMDes, bukan yang lain.
Lasarus mengingatkan Yandri untuk menyiapkan roadmap bagaimana cara menghentikan dominasi minimarket, karena langkah ini tak mudah, mengingat para pebisnis pasti sudah memikirkan langkah selanjutnya.
"Jadi, saya berharap Pak Menteri harus ada roadmap juga, Pak, untuk menghentikan Indomaret dan Alfamart ini, seperti apa nanti kita pemerintah mengambil ini," ucap Lasarus.
Meski ada yang mendukung, namun kritikan terhadap rencana ini juga berdatangan. Salah satunya dari Wakil Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Arnod Sihite.
Menurut dia, pemerintah tidak bisa begitu saja menerapkan pendekatan eliminatif sebab berpotensi menimbulkan dampak sosial dan ekonomi seperti hilangnya lapangan kerja di daerah, turunnya kepastian usaha maupun iklim investasi.
“Semangat membangun kopdes sangat baik dan harus didukung, tetapi jangan sampai pendekatannya eliminatif. Menutup ritel modern bukan solusi strategis, apalagi sektor ini menyerap ratusan ribu tenaga kerja, dan menjadi bagian penting dari rantai distribusi nasional,” katanya, Senin (23/2/2026, dikutip dari Tribun.
Sebagai anggota Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Nasional, Arnold menilai, wacana penghentian minimarket juga tidak selaras dengan target Presiden Prabowo Subianto soal pertumbuhan ekonomi 8 persen dan penciptaan 19 juta lapangan kerja.
“Kalau kita ingin pertumbuhan 8 persen dan serapan tenaga kerja besar, maka iklim usaha harus dijaga. Jangan sampai kebijakan justru menciptakan ketidakpastian dan mempersempit ruang ekonomi,” ucapnya.
Sedangkan Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengungkap, bahwa keputusan menyetop gerai ritel modern ada di tangan pemda masing-masing.
Namun, ia mengaku sudah berkomunikasi bersama pihak ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart terkait dengan kolaborasi yang melibatkan Kopdes Merah Putih. Menurut Ferry, kopdes bisa bekerja sama dengan pihak manapun.
"Saya juga sudah komunikasi dengan teman-teman yang dari Indomaret, Pak Franky Walirang, dengan teman-teman dari Alfamart, bahwa sebenarnya koperasi desa ini bisa tetap bekerja sama dengan siapapun," katanya.
Bukan menutup, tapi menyetop yang baru
Dilansir dari , Selasa (24/2/2026), Mendes Yandri mengatakan, pembatasan ini bukan menutup yang lama, melainkan menyetop izin yang baru.
Mendes meminta pemerintah daerah menghentikan penerbitan izin minimarket baru, khususnya di wilayah perdesaan.
Permintaan tersebut disampaikan menyusul mulai beroperasinya Koperasi Desa Merah Putih di sejumlah desa.
“Jika Koperasi Desa Merah Putih ini sudah berjalan, artinya ia juga termasuk retail modern. Maka retail modern lain, salah satunya Alfamart dan Indomaret, sebaiknya izin barunya tidak lagi dikeluarkan oleh pemda atau pihak terkait,” ujar Yandri kepada wartawan di Serang, Selasa (24/2/2026).
Melalui Kopdes Merah Putih, kebutuhan masyarakat diharapkan dapat dipenuhi oleh warga desa sendiri, sehingga keuntungan yang diperoleh akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan desa.
Yandri menegaskan, pemerintah tidak akan menutup minimarket yang sudah beroperasi.
“Yang sudah ada silakan tetap berjalan. Kami tidak pernah mengatakan akan menutup Alfamart atau Indomaret yang sudah ada. Namun, karena retail modern kini sudah masuk ke desa-desa, kami mohon para pemangku kepentingan tidak lagi mengeluarkan izin baru,” tegasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang