Komentar Jose Mourinho Usai Skor Chelsea Vs Benfica 1-0: Kami Tak Berlatih...
Pelatih Benfica, Jose Mourinho, menjalani laga emosional kontra Chelsea di Liga Champions. Reuni Mourinho berujung pedih karena timnya tak sempat berlatih.
Laga Liga Champions 2025-2026 Chelsea vs Benfica digelar di Stadion Stamford Bridge, Selasa (30/9/2025) atau Rabu (1/10/2025) dini hari WIB.
Benfica asuhan Jose Mourinho harus mengakui keunggulan Chelsea dengan skor 0-1.
Chelsea berhasil mengamankan kemenangan penting atas Benfica lewat gol bunuh diri Richard Rios (18') yang tercipta di babak pertama.
Kepulangan Jose Mourinho ke Stamford Bridge pun tak berujung. Sebagai informasi, Jose Mourinho datang ke Stamford Bridge dengan membawa status sebagai legenda hidup Chelsea.
Mourinho pernah membesut Chelsea dalam dua periode berbeda, yakni 2004-2007 dan 2013-2015. Ia berjasa mengantar The Blues meraih tiga gelar juara Liga Inggris.
Sebelum pertandingan di Stamford Bridge, Mourinho coba menepikan sisi emosional dan berupaya profesional dengan berujar bahwa dirinya kini tak lagi biru, merujuk kepada julukan Chelsea, The Blues (Si Biru).
Ia kini membela panji merah, warna kebesaran Benfica. Namun, pada akhirnya Mourinho mesti mengakui keunggulan eks tim asuhannya, Chelsea.
"Kami memiliki dua hari jeda antara pertandingan dan kami tidak berlatih sama sekali, kami hanya melakukan pemulihan di antara keduanya," tutur Mourinho yang pada akhir pekan lalu membawa Benfica menang 2-1 atas Gil Vicente di Liga Portugal.
Mourinho menyayangkan timnya tak punya banyak waktu bersiap untuk kunjungan ke Stamford Bridge,
"Salah satu kelebihan saya di lapangan, jika boleh saya katakan, adalah latihan saya, tapi kami tidak punya waktu untuk itu."
"Ini adalah periode tekanan besar bagi para pemain dan menjelang pertandingan ini, saya hanya mengatakan kepada mereka bahwa ada kekalahan dan kekalahan."
"Kekalahan ini bisa menjadi dasar bagi mereka karena kami bisa saja keluar dari sini dengan hasil imbang, yang akan menjadi hal positif bagi mereka," tutur pelatih beralias The Special One tersebut.
Benfica sejatinya mampu memberikan perlawanan kepada Chelsea. Namun, tim raksasa Portugal itu jadi lebih berhati-hati ketika tiga pilar mereka di lini sentral terkena kartu kuning, yakni Enzo Barrenechea, Richard Rios, dan Fredrik Aursnes.
“Kami terorganisasi, kami mempelajari Chelsea dengan baik, dan saya pikir kami menangani desain permainan yang mereka terapkan di lapangan dengan sangat baik."
"Kami bertahan dengan baik, tetapi kemudian kami mengalami momen sulit dengan tiga gelandang tengah yang mendapat kartu kuning dan banyak transisi. Kami menangani itu dengan sangat baik,” ucap pria yang pernah membawa Chelsea juara Liga Inggris pada 2004-2025, 2005-2006, dan 2014-2015 itu.
Benfica kini hanya duduk di tangga ke-30 di klasemen Liga Champions 2025-2026 yang memuat 36 kontestan.
Tim beralias As Aguias alias Si Elang baru menorehkan satu buah poin. Pada matchday pertama, Benfica kalah mengejutkan dari tim Azerbaijan, Qarabaq.
Kekalahan tersebut membuat Bruno Lage ditendang dari posisinya sebagai pelatih Benfica. Jose Mourinho pun mengambil kendali taktik As Aguias.
“Masalahnya bukan kekalahan hari ini, melainkan kekalahan melawan Qarabag. Bahkan dengan kekalahan ini, kami seharusnya mendapatkan tiga poin dan sekarang kami harus mencari poin di tempat lain."
"Saya pikir hari ini kami sudah cukup untuk mendapatkan satu poin, tetapi itu tidak mungkin."
"Tim kami sedang membangun kepercayaan diri, kami mencoba dan itu tidak cukup, tetapi itu tidak apa-apa. Ini masih perasaan yang positif,” ucap pria kelahiran Setubal tesebut.