Laga Benfica Vs Real Madrid Sempat Dihentikan, Wasit Aktifkan Protokol Anti-Rasisme Usai Aduan Vinicius

Liga Champions, Benfica, Real Madrid, Wasit, Francois Letexier, Vinicius Junior, Benfica vs Real Madrid, Gianluca Prestianni, Liga Champions 2025-2026, UEFA Champions League, Laga Benfica Vs Real Madrid Sempat Dihentikan, Wasit Aktifkan Protokol Anti-Rasisme Usai Aduan Vinicius

Laga Benfica vs Real Madrid dalam lanjtan Liga Champions (UEFA Champions League) 2025-2026 diwarnai insiden kontroversial yang menyebabkan laga terhenti sementara.

Duel leg pertama babak play-off Liga Champions 2025-2026 antara Benfica vs Real Madrid tersaji di Estadio da Luz, Lisbon, Portugal.

Wasit Francois Letexier terpaksa menghentikan permainan selama kurang lebih 10 menit menyusul aduan dari penyerang Real Madrid, Vinicius Junior, terkait dugaan ujaran yang tidak pantas.

Kekacauan dalam laga Benfica vs Real Madrid ini terjadi sesaat setelah tim tamu memecah kebuntuan di babak kedua.

Hasil Benfica vs Real Madrid sendiri berakhir dengan skor 0-1 untuk kemenangan Los Blancos.

Namun sorotan utama tertuju pada drama yang melibatkan Vinicius dan pemain Benfica, Gianluca Prestianni, dalam lanjutan Liga Champions 2025-2026 tersebut.

Kronologi Ketegangan di Estadio da Luz

Insiden bermula pada menit ke-50, ketika Vinicius Junior berhasil mencetak gol spektakuler melalui aksi individu yang menawan.

Pemain asal Brasil tersebut merayakan golnya dengan menari di dekat bendera sudut, tepat di hadapan pendukung tuan rumah.

Aksi ini memicu kemarahan suporter Benfica yang kemudian melemparkan berbagai benda ke arah pemain Madrid.

Di tengah situasi yang memanas, pemain sayap Benfica, Gianluca Prestianni, menghampiri Vinicius.

Dalam keributan tersebut, Prestianni terlihat menarik bajunya hingga menutupi mulut dan mengatakan sesuatu kepada Vinicius.

Merasa tersinggung dengan ucapan lawannya, Vinicius segera berlari menghampiri wasit Francois Letexier untuk melaporkan kejadian tersebut.

Liga Champions, Benfica, Real Madrid, Wasit, Francois Letexier, Vinicius Junior, Benfica vs Real Madrid, Gianluca Prestianni, Liga Champions 2025-2026, UEFA Champions League, Laga Benfica Vs Real Madrid Sempat Dihentikan, Wasit Aktifkan Protokol Anti-Rasisme Usai Aduan Vinicius

Penyerang Real Madrid Vinicius Junior merayakan gol pertama timnya pada laga leg pertama babak play-off knockout Liga Champions UEFA antara SL Benfica dan Real Madrid CF di Estadio da Luz di Lisbon pada 17 Februari 2026.

Laporan dari media Spanyol, Diario AS, menyebutkan bahwa Vinicius menuduh Prestianni melontarkan kata-kata rasis.

Wasit Silangkan Tangan, Protokol Dijalankan

Merespons aduan keras dari Vinicius, wasit Francois Letexier langsung menyilangkan tangan di depan wajahnya.

Gestur ini merupakan sinyal resmi untuk mengaktifkan protokol anti-rasisme FIFA dan menghentikan pertandingan untuk sementara waktu dalam ajang UEFA Champions League tersebut.

Terkait situasi pelik ini, mantan wasit Liga Premier, Mark Clattenburg, memberikan pandangannya.

"Yang terjadi adalah ada adu mulut antara para pemain," ujar Clattenburg dikutip dari Metro UK.

"Vinicius Junior tidak senang dengan apa yang telah dikatakan. Dia telah memberi tahu wasit tentang apa yang telah dikatakan dan wasit sekarang mengikuti protokol terkait komentar rasis yang telah dilontarkan."

"Dia sekarang akan memastikan bahwa hal ini telah dilaporkan," lanjutnya.

Clattenburg juga menyoroti posisi sulit yang dihadapi pengadil lapangan akibat situasi tersebut.

"Hal yang sulit adalah, begitu Vinicius Junior mendekati wasit, wasit sekarang harus mengikuti protokol," jelas Clattenburg.

"Dia harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan UEFA ketika hal ini terjadi."

Meski demikian, Clattenburg juga memberikan catatan kritis terhadap aksi selebrasi Vinicius yang dianggap memicu provokasi.

"Masalah dalam situasi ini adalah dia telah mempersulit wasit. Yang harus dia lakukan hanyalah, ya, merayakan, tetapi kemudian berbalik dan dia telah mempersulit keadaan," pungkasnya.

Reaksi Jose Mourinho dan Kartu Merah

Selama penundaan yang cukup lama tersebut, pelatih Benfica, Jose Mourinho, terlihat berusaha menenangkan situasi.

Ia tampak menghibur Vinicius yang terlihat sangat emosional dan bahkan sempat merangkul pemain lawan tersebut.

Rekan setim Vinicius, Kylian Mbappe, juga terlihat marah dan terlibat pembicaraan panas sebelum ditenangkan oleh Antonio Rudiger.

Ketegangan di pinggir lapangan juga memuncak, menyebabkan salah satu staf pelatih Real Madrid diusir wasit.

Tak hanya itu, Jose Mourinho sendiri akhirnya harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah menerima kartu kuning kedua jelang laga bubar karena protes terkait masalah lain.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang