Mourinho Disebut “Pengkhianat” Saat Benfica Imbang Lawan Porto

Porto, Benfica, liga Portugal, Mourinho Disebut “Pengkhianat” Saat Benfica Imbang Lawan Porto

Pelatih José Mourinho membantah tuduhan sebagai “pengkhianat” setelah insiden panas yang membuatnya mendapat kartu merah dalam laga imbang 2-2 antara Benfica dan FC Porto di pekan ke-25 lanjutan Liga Portugal, Senin (9/3/2026) dini hari.

Duel antara dua raksasa portugal itu berlangsung panas sejak menit awal hingga akhir pertandingan di Stadion da Luz.

Ketegangan pada laga ini memuncak memasuki babak kedua, saat Mourinho terlibat insiden dengan kubu Porto yang berujung kartu merah bagi pelatih Benfica tersebut.

Mourinho Bantah Tuduhan Pengkhianat

Mourinho menegaskan bahwa tuduhan “traitor” yang diarahkan kepadanya merupakan serangan terhadap bentuk profesionalismenya sebagai pelatih.

The Special One sebelumnya pernah menangani klub Porto sebelum kini melatih rivalnya di liga Portugal, yaitu Benfica.

Dilansir dari Marca, setelah pertandingan, Mourinho mengungkapkan bahwa salah satu staf Porto terus meneriakinya dengan sebutan “traitor”.

“Orang di bangku Porto yang juga mendapat kartu merah memanggil saya pengkhianat 50 kali,” kata Mourinho dalam konferensi pers setelah pertandingan.

Ia mempertanyakan maksud dari tuduhan tersebut, mengingat sepanjang kariernya ia selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk setiap klub yang ia tangani.

“Saya berada di Porto dan memberikan jiwa saya untuk klub itu. Setelah itu saya melatih klub seperti Chelsea, Inter Milan, Real Madrid, dan Fenerbahçe. Ke mana pun saya pergi, saya selalu memberikan segalanya. Itulah profesionalisme,” ujar Mourinho.

Menurut Mourinho, kritik dari suporter merupakan hal yang biasa dalam sepak bola, tetapi ucapan tersebut dari sesama staf kepelatihan yang dinilai sudah melewati batas.

Protes Kartu Merah Mourinho

Selain menanggapi tuduhan tersebut, Mourinho juga membantah keputusan wasit yang memberinya kartu merah dalam pertandingan tersebut.

Official pertandingan menilai Mourinho menendang bola ke arah bangku cadangan Porto pada babak kedua, sehingga ia diusir dari lapangan.

Namun, Mourinho menegaskan bahwa tindakan tersebut disalahartikan oleh wasit.

“Wasit mengatakan saya menendang bola ke arah bangku cadangan Porto, itu sama sekali tidak benar,” ujar Mourinho.

Ia menjelaskan bahwa bola tersebut ditendang ke arah tribun penonton agar bisa diberikan kepada seorang suporter.

“Saya menendangnya ke arah tribun supaya seorang penggemar bisa mendapatkannya, sesuatu yang sudah sering saya lakukan di stadion ini,” ujar Mourinho.

Insiden tersebut menjadi salah satu sorotan utama dalam laga panas antara Benfica dan Porto yang berakhir imbang 2-2.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang