Sindiran Pedas Mourinho Usai Benfica Dibungkam Newcastle di Liga Champions

Pelatih Benfica, Jose Mourinho
Pelatih Benfica, Jose Mourinho

 Newcastle United tampil garang di Liga Champions 2025. Bermain di hadapan publik sendiri di St James’ Park, The Magpies sukses menaklukkan Benfica dengan skor meyakinkan 3-0, Rabu dini hari WIB.

Anthony Gordon membuka keunggulan Newcastle di babak pertama. Dua gol tambahan kemudian dicetak Harvey Barnes yang masuk sebagai pemain pengganti, memastikan kemenangan gemilang pasukan Eddie Howe.

Kemenangan ini menjadi kemenangan kedua beruntun Newcastle di Liga Champions, setelah sebelumnya menghajar Union Saint-Gilloise 4-0. Hasil tersebut juga menjadi pelipur lara usai kekalahan 1-2 dari Brighton di Premier League akhir pekan lalu.

Dengan tambahan tiga poin, Newcastle kini mengoleksi enam poin dari tiga laga dan menempati posisi ketujuh klasemen fase grup Liga Champions.

Sesuai format baru kompetisi, delapan tim teratas akan langsung lolos ke babak 16 besar, sementara peringkat 9–24 bakal menjalani babak play-off.

Selanjutnya, Newcastle akan menjamu Athletic Club di St James’ Park pada 5 November mendatang. Setelah itu, mereka dijadwalkan menghadapi Marseille, Bayer Leverkusen, PSV Eindhoven, dan ditutup dengan laga tandang menantang juara bertahan Paris Saint-Germain di akhir Januari.

Pelatih Benfica, Jose Mourinho, mengakui atmosfer St James’ Park luar biasa, tapi ia juga menyebut suporter Newcastle tidak terlalu berisik di awal laga.

“Saya pikir atmosfernya indah, tapi jujur saja, di babak pertama St James’ Park cukup tenang,” kata Mourinho seusai pertandingan.

“Mereka (penonton) tahu laga ini tidak mudah. Benfica bahkan lebih dekat mencetak gol di babak pertama. Tapi setelah Newcastle mencetak gol kedua, pertandingan selesai. Lalu mereka bermain lepas dan fans menikmati pertandingan.”

Meski memuji suasana dan fair play suporter tuan rumah, Mourinho tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Kekalahan ini membuat Benfica belum meraih satu pun poin dari tiga laga di Liga Champions musim ini.

Sementara itu, pelatih Newcastle, Eddie Howe, memuji penampilan anak asuhnya, terutama para pemain sayap yang tampil menonjol.

“Penampilan bagus. Kami menciptakan banyak peluang dan harus sabar menunggu gol pertama,” ujar Howe. “Tiga gol kami luar biasa, dan kami terus jadi ancaman sepanjang laga.”

Howe juga memberikan pujian khusus untuk Anthony Gordon dan Jacob Murphy yang berperan penting dalam gol pembuka.

“Senang sekali melihat Gordon dan Murphy bekerja sama dengan baik. Anthony bermain sangat direct, energinya luar biasa. Dia berkontribusi besar, baik saat menyerang maupun bertahan,” jelas Howe.

Dengan kemenangan ini, Newcastle semakin percaya diri melanjutkan perjalanan mereka di Liga Champions musim ini — sekaligus menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar tim kejutan di Eropa.