Kapan Cap Go Meh 2026? Ini Jadwal dan Tradisi Cap Go Meh di Indonesia

Kapan Cap Go Meh 2026? Ini Jadwal dan Tradisi Cap Go Meh di Indonesia

Masyarakat keturunan China merayakan puncak Tahun Baru Imlek atau Festival Lampion. Di Indonesia, perayaan ini dikenal dengan sebutan Cap Go Meh.

Cap Go Meh menandakan berakhirnya Tahun Baru Imlek dan biasanya diperingati pada hari ke-15 setelah Imlek.

Dikutip dari, Senin (23/2/2026), istilah Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkien, yang secara harfiah berarti "malam ke-15" setelah Tahun Baru Imlek.

Kata "Cap" berarti sepuluh, "Go" berarti lima, dan "Meh" berarti malam.

Tradisi ini berakar sejak masa Dinasti Han (206 SM–221 M), di mana perayaan tersebut awalnya hanya dilakukan di lingkungan istana sebagai penghormatan kepada Dewa Thai Yi, yang dianggap sebagai dewa tertinggi di langit.

Setelah Dinasti Han berakhir, perayaan Cap Go Meh mulai menyebar dan menjadi bagian dari tradisi masyarakat luas.

Festival ini identik dengan penerangan lampion sebagai simbol keberuntungan dan harapan akan masa depan yang lebih baik.

Kapan Cap Go Meh 2026?

Imlek 2026 jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026. Artinya, Cap Go Meh akan diperingati pada Selasa, 3 Maret 2026.

Berbeda dengan Imlek yang ditetapkan sebagai hari libur nasional dan cuti bersama, Cap Go Meh tidak demikian.

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri yang ditandatangani pada 19 September 2025 tentang daftar Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026, tidak ada hari libur Cap Go Meh.

Tradisi Cap Go Meh

Kapan Cap Go Meh 2026? Ini Jadwal dan Tradisi Cap Go Meh di Indonesia

Setiap orang berhak merayakan Imlek tanpa beban atau perasaan khawatir. Ucapan Cap Go Meh 2025 dan Link Twibbonnya

Meski tidak ditetapkan sebagai hari libur nasional, perayaan Cap Go Meh masih tetap terasa meriah di Indonesia, khususnya di sejumlah daerah, seperti Bogor, Singkawang, Jakarta, Semarang, hingga Manado.

Perayaan Cap Go Meh akan diisi berbagai tradisi, seperti festival lampion sampai pertunjukan barongsai dan liong.

  • Menyalakan lampion

Lampion dianggap sebagai simbol dari harapan masyarakat keturunan China pada tahun baru, meliputi kesehatan, rezeki, kesuksesan, dan aspek kehidupan lainnya yang lebih baik dari tahun sebelumnya.

Saat Cap Go Meh, pemasanagan dan pelepasan lampion menjadi bagian penting. Masyarakat menyalakan lampion sebagai simbol penerangan bagi kehidupan yang lebih baik serta harapan akan keberuntungan di masa depan.

Perempuan yang ingin segera memiliki anak juga dianjurkan untuk berjalan di bawah lampion sambil berdoa agar keinginannya terkabul.

  • Teka-teki lampion

Ada juga teka-teki lampion. Dalam tradisi ini, pemilik lampion menuliskan teka-teki di atas secarik kertas yang ditempelkan pada lampion.

Para tamu yang hadir akan mencoba menjawab teka-teki tersebut. Jika jawabannya benar, mereka akan mendapatkan hadiah kecil dari pemilik lampion.

  • Pertunjukan barongsai dan liong

Pertunjukan barongsai dan liong juga akan meramaikan Cap Go Meh. Barongsai menjadi simbol kebahagiaan dan kesejahteraan, sementara Liong atau naga dianggap sebagai lambang kekuatan.

Pertunjukan ini kerap disertai dengan bunyi petasan, yang dipercaya dapat mengusir energi negatif dan membawa keberuntungan.

  • Melepas lampion

Sebagai penutup perayaan Cap Go Meh, masyarakat biasanya berkumpul bersama keluarga atau mengunjungi vihara untuk melepaskan lampion ke udara.

Prosesi ini dipimpin oleh biksu atau tokoh agama yang membacakan doa agar semua harapan di tahun yang baru dapat terwujud.

  • Menikmati kuliner yang memiliki makna baik

Cap Go Meh juga identik dengan kuliner yang memiliki makna baik, layaknya yang terjadi saat Imlek.

Di Indonesia, kamu mungkin familiar dengan sajian lontong cap go meh. Sajian ini memang hampir selalu ada setiap Cap Go Meh. Baik di Indonesia maupun di beberapa negara Asia Tenggara lainnya.

Ada juga jeruk mandarin, ronde (tangyuan), onde-onde, sampai teh serai yang dianggap membawa keberuntungan bila dikonsumsi saat Cap Go Meh.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang