Ketum KOI Raja Sapta Oktohari Terima Penghargaan Tertinggi dari Federasi Judo Internasional

Judo, NOC Indonesia, federasi judo internasional, Ketum KOI Raja Sapta Oktohari Terima Penghargaan Tertinggi dari Federasi Judo Internasional

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, menerima penghargaan tertinggi Honorary Black Belt dan Diamond Pin dari Federasi Judo Internasional (IJF).

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Presiden IJF Marius Vizer kepada Oktohari pada acara Judo Gala Paris Grand Slam 2026, di Paris, Perancis, Minggu (8/1/2026). 

Pemberian Black Belt dan Diamond Pin merupakan bentuk apresiasi tertinggi atas kontribusi, dukungan, serta komitmen dalam pengembangan judo dan penguatan kolaborasi internasional.

“Ini diberikan kepada seseorang yang telah mendedikasikan dirinya untuk mendukung pengembangan judo dalam jangka panjang. Kami berharap dapat terus membangun federasi judo yang kuat di Indonesia dan bekerja sama dalam proyek pendidikan serta pengembangan judo di sekolah,” kata Marius Vizer dalam keterangan resmi NOC Indonesia, Senin (9/2/2026).

Selain Black Belt, penyematan Diamond Pin memiliki makna khusus dalam struktur penghargaan IJF. 

Diamond Pin diberikan kepada figur yang dianggap sebagai bagian dari keluarga besar IJF dengan tingkat kepercayaan dan pengaruh tertinggi dalam mendukung pengembangan olahraga di level global.

Apresiasi luar biasa itu semakin mengukuhkan pengakuan dunia internasional terhadap kiprah Oktohari bersama NOC Indonesia dalam pembinaan dan diplomasi olahraga di kancah internasional.

Sebelumnya, Okto juga menerima penghargaan bergengsi UCI Merit Award 2025 dan disebut sebagai tokoh balap sepeda Asia dan dunia pada Kongres Union Cycliste Internationale (UCI) di Kigali, Rwanda, Afrika. 

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Presiden UCI David Lappartient. 

Bahkan, semasa masih aktif di dunia tinju profesional, Oktohari juga mendapatkan pengakuan lewat penghargaan mulai dari tingkat asia hingga dunia. 

Okto dinobatkan sebagai promotor terbaik Asia dua kali oleh WBA, WBC, dan IBO.  

“Alhamdulillah menerima apresiasi dan kepercayaan sebagai Member Sabuk Hitam dan Diamond Pin di keluarga besar Judo Dunia. Semoga bisa semakin banyak manfaat untuk Indonesia,” kata Okto.

Orang Indonesia Pertama

Penghargaan itu berarti besar karena Oktohari menjadi orang Indonesia pertama yang diberi kepercayaan tertinggi dari federasi judo internasional. 

"Kalau di balap sepeda, orang bilang wajar karena sudah lama berkecimpung. Tapi sekarang dari judo. Ini menunjukkan legitimasi kerja kita di pembinaan prestasi dan diplomasi internasional sudah berada di jalur yang benar,” tutur dia.

Peran Okto dalam memelopori perubahan kepemimpinan di Olympic Council of Asia (OCA), termasuk mengawal transisi kepemimpinan hingga terpilihnya Sheikh Joaan sebagai Presiden OCA, turut mempertegas pengakuan dunia atas diplomasi olahraga Indonesia.

“Diplomasi olahraga yang saya lakukan bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tapi hanya untuk Indonesia,” tegas Okto yang berperan besar dalam mengakhiri sanksi WADA terhadap Indonesia hingga memastikan Bendera Merah Putih kembali berkibar di ajang internasional. 

Komitmen Indonesia untuk Kemajuan Olahraga Dunia

Okto mengungkapkan, penghargaan dari IJF bukan sekadar apresiasi pribadi melainkan simbol pengakuan dunia atas komitmen Indonesia dalam memajukan olahraga internasional, khususnya judo. 

"Indonesia harus berhenti jago kandang. Saatnya kita memperkuat eksistensi di kancah global melalui komunikasi dan diplomasi olahraga yang solid,” kata Okto.

Oktohari menyatakan NOC Indonesia secara konsisten membangun komunikasi aktif dengan federasi internasional di berbagai cabang olahraga, termasuk judo, sebagai bagian dari strategi pembinaan prestasi.

“Ini akan terus kami lakukan bersama cabang-cabang olahraga lain. Kami dorong lebih banyak lagi cabang olahraga di Indonesia untuk memperkuat hubungannya di federasi internasional maupun Asia Pasifik,” tegasnya. 

Okto mengaku sangat terkejut dan tersentuh menerima penghargaan dari IJF. Dia pun mengutarakan penghargaan ini dipersembahkan untuk seluruh rakyat Indonesia.

“Terima kasih banyak IJF dan Presiden Marius Vizer, atas anugerah ini. Bagi saya, penghargaan ini terlalu besar. Ini bukan hanya untuk saya, ini untuk seluruh masyarakat Indonesia. Terima kasih banyak,” tutupnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang