Tak Perlu Impor, Menperin Sebut Indonesia Bisa Buat Pikap Mandiri
Banyak kendaraan roda empat yang dihadirkan oleh para produsen di Tanah Air. Salah satunya untuk segmen komersial, yakni pikap.
Bahkan Toyota, Isuzu sampai Suzuki mampu memproduksi pikap secara mandiri dengan kapasitas cukup besar.
Keyakinan tersebut disampaikan langsung oleh Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian (Menperin). Bahkan ia menilai penguatan produksi pikap dalam negeri memiliki dampak ekonomi cukup signifikan.
Pembantu Presiden Prabowo Subianto itu memberikan gambaran, jika ada pengadaan sampai 70 ribu unit maka dapat membawa efek ekonomi sebesar Rp 27 triliun.

“Apabila kebutuhan tersebut dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri, maka manfaat ekonomi, penciptaan lapangan kerja dan penguatan industri nasional juga akan dirasakan di dalam negeri,” ungkap Agus Gumiwang Kartasasmita, Menperin di laman resmi Kementerian Perindustrian pada Jumat (20/02).
Lebih jauh Agus menjelaskan, ada beberapa subsektor yang akan merasakan dampak positif dari geliat pada segmen pikap.
Seperti contoh industri ban, kaca, baterai basah (aki), logam, kulit, plastik, kabel hingga elektronik. Jadi dapat menyejahterakan masyarakat.
Apalagi Menperin menyampaikan, industri otomotif nasional telah memiliki kemampuan produksi kendaraan pikap dengan kapasitas sampai satu juta unit per tahun.
Adapun produsen kendaraan pikap yang ada di Indonesia antara lain Astra Daihatsu Motor, Isuzu Astra Motor Indonesia, Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia, Suzuki Indomobil Motor, SGMW Motor Indonesia maupun Sokonindo Automobile.
“Dengan kapasitas tersebut, industri kendaraan pikap nasional dinilai mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus memperkuat daya saing industri otomotif Indonesia di tingkat global,” Agus menambahkan.
Agus menyampaikan bahwa standar dan kualitas pikap produksi dalam negeri, sangat kompetitif dibandingkan dengan produk impor.
Kendaraan roda empat buatan dalam negeri telah memenuhi kebutuhan operasional di berbagai wilayah Indonesia, dengan kondisi infrastruktur jalan yang sangat beragam.
Lalu produk-produk dari pabrikan di Tanah Air juga telah diterima dengan baik oleh seluruh masyarakat.
Kemudian diterima pelaku usaha, karena performanya dinilai andal serta mampu melayani kebutuhan distribusi maupun mobilitas barang.
Impor Pikap dari India

Di sisi lain, pernyataan Menperin berbanding terbalik dengan langkah dari Agrinas Pangan Nusantara.
Mereka dikabarkan bakal mengimpor 105 ribu pikap dari India. Total pengadaan tersebut mencapai Rp 24,6 triliun.
Dengan rincian 35 ribu unit adalah Scorpio produksi dari Mahindra & Mahindra. Sementara 70 ribu sisanya didatangkan oleh Tata Motors.
Tata Motors memasok 35 ribu pikap Yodha dan 35 ribu unit Ultra 7.7. Semua akan digunakan untuk Koperasi Merah Putih.