Orang Indonesia Berisiko Alami Hiperpigmentasi, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Berbagai kajian kesehatan dan dermatologi di Indonesia menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki risiko lebih tinggi mengalami hiperpigmentasi, yaitu kondisi kulit yang ditandai dengan munculnya bercak gelap atau warna kulit yang tidak merata akibat produksi melanin berlebih.
Paparan sinar ultraviolet yang intens sepanjang tahun, iklim tropis, serta karakteristik kulit Asia yang cenderung memiliki lebih banyak melanin dibanding Caucasian membuat terjadinya flek hitam, bekas jerawat, dan noda kecoklatan lebih mudah muncul. Scroll lebih lanjut yuk!
Hiperpigmentasi tidak hanya dipicu oleh paparan sinar matahari, namun juga dapat disebabkan oleh perubahan hormonal, proses inflamasi, serta suatu trauma atau luka yang pada akhirnya menyebabkan timbulnya bercak kecoklatan bahkan abu kehitaman. Problem ini tidak hanya mempengaruhi tampilan kulit tetapi juga berdampak pada rasa percaya diri seseorang.
Secara klinis, hiperpigmentasi dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari warna kulit yang tampak kusam dan tidak merata, bekas jerawat yang menggelap, hingga melasma yang dipengaruhi faktor hormonal dan proses penuaan.
Kondisi ini sering kali memburuk tanpa perlindungan kulit yang optimal, seperti penggunaan tabir surya dan perawatan yang sesuai dengan jenis serta kebutuhan kulit.
Menjawab kompleksitas hiperpigmentasi, kombinasi perawatan berbasis peeling, laser, dan teknologi energi, dilakukan tidak hanya berfokus pada mencerahkan kulit, tetapi juga pada perbaikan kualitas kulit secara menyeluruh, termasuk regenerasi sel kulit, keseimbangan hidrasi, serta peningkatan tekstur dan elastisitas kulit.
Dengan pendekatan berbasis customer-centric dan solution-first, ada tiga isu pokok hiperpigmentasi berdasarkan skin issues atau cases sehingga treatment medis yang diberikan tepat untuk penanganan setiap karakter dari hiperpigmentasi yang terjadi:
1. Kasus warna kulit tidak merata dan kulit tampak menggelap
Dari sisi medis, direkomendasikan treatment Miracle White Peel dengan bahan aktif Lactic Acid 30% diformulasikan secara khusus untuk membantu mencerahkan kulit, memudarkan hiperpigmentasi, sekaligus memperbaiki tekstur kulit pada area wajah, leher, hingga ketiak. Ada juga Miracle Pico Glow Toning, menggunakan energi laser picosecond dengan tembakan ultra cepat, untuk mengurangi akumulasi pigmen pada permukaan kulit yang menyebabkan tampilan kulit menjadi kusam dan warna kulit tidak merata.
2. Kasus hiperpigmentasi akibat bekas jerawat atau luka (post-inflammatory hyperpigmentation/PIH)
Sedangkan untuk kasus bekas jerawat atau luka, direkomendasikan perawatan Miracle Pico Pigment Removal, yang secara spesifik menggunakan energi pico dengan daya yang lebih kuat, presisi dan terkontrol untuk memecah target pigmen tanpa merusak jaringan kulit di sekitarnya. Treatment ini dapat mengatasi problem pigmentasi seperti bekas luka, bintik-bintik hitam, freckles, lentigo, ataupun tanda lahir.
Hiperpigmentasi dapat juga berwarna kemerahan karena jerawat. Problem kemerahan tersebut terjadi karena rusaknya pembuluh darah dari inflamasi yang terjadi. Untuk atasi problem tersebut, Miracle Yellow Rejuve, yaitu laser dengan cahaya kuning (panjang gelombang 577 nm) ditargetkan secara khusus pada pembuluh darah yang menjadi bercak kemerahan. Pembuluh darah tersebut akan perlahan menyusut & tertutup tanpa menyebabkan kerusakan pada kulit.
3. Kasus melasma dan hiperpigmentasi yang dipengaruhi faktor hormonal maupun proses penuaan
Untuk kasus melasma, dihadirkan pendekatan yang lebih komprehensif melalui Miracle Dual RF Rejuvenation, kombinasi perawatan Radio Frequency dan Microneedling yang menargetkan pigmentasi dan pembuluh darah penyebab flek.
Perawatan ini bukan laser, melainkan menggunakan gelombang radio, sehingga lebih minim panas dan downtime untuk mencegah terjadinya penggelapan pada kasus melasma yang sering terjadi karena efek panas yang berlebihan.
Energi RF disalurkan melalui microneedles dengan dua mode: Pulsed Wave untuk menargetkan pigmen dan menstabilkan melanosit yang terlalu aktif, serta Continuous Wave untuk merangsang kolagen dan elastin guna memperbaiki tekstur kulit. Untuk mendukung proses percepatan pemudaran melasma, meso-melasma dengan bahan aktif Tranexamic Acid juga bisa diberikan.
Selain pendekatan medis, Miracle Aesthetic Clinic juga merekomendasikan pendekatan estetika sebagai langkah berikutnya untuk bantu samarkan hiperpigmentasi melalui Miracle Green Peel Renewal Facial, menggunakan kombinasi bahan aktif Green Algae, Centella Asiatica, dan Deep Phyto Complex. Perawatan ini bekerja secara transdermal melalui serat mikro yang memberikan efek pengelupasan ringan untuk memperbarui sel kulit, dengan cara mengangkat akumulasi pigmen sekaligus menstimulasi pembentukan sel kulit baru yang sehat. Langkah ini bertujuan untuk memudarkan pigmentasi dan memperbaiki tekstur kulit.
“Melalui perawatan Miracle Green Peel Renewal Facial, kami tidak hanya berfokus pada mencerahkan kulit, tetapi juga memperbaiki kualitas kulit secara menyeluruh," kata Lanny Juniarti, Dpl. AAAM, Miracle Aesthetic Clinic Surabaya.
Dengan penanganan yang tepat dan disesuaikan dengan jenis hiperpigmentasi, masyarakat Indonesia diharapkan dapat memperoleh solusi yang lebih efektif dan aman untuk mendapatkan kulit yang sehat, cerah, serta tampak merata.