Eks Bintang AC Milan Bawa Bodo/Glimt Depak Inter: Rasanya Luar Biasa
Jens Petter Hague membantu Bodo/Glimt mendepak Inter Milan. Kemenangan di San Siro terasa emosional mengingat riwayatnya sebagai eks pemain AC Milan.
Jens Petter Hague menyumbang satu gol dalam laga leg kedua playoff Liga Champions 2025-2026 Inter Milan vs Bodo/Glimt di Stadion Giuseppe Meazza, Selasa (24/2/2026) atau Rabu dini hari WIB.
Bodo/Glimt menang 2-1 berkat sumbangsih gol Jens Petter Hauge (58') dan Hakon Evjen (72').
Inter Milan harus meratapi nasib gugur di playoff Liga Champions lantaran hanya bisa membuahkan satu gol balasan via Alessandro Bastoni (76').
Artinya, Inter Milan pun kalah 2-5 secara agregat dari Bodo/Glimt mengingat pada jumpa pertama di Stadion Aspmyra Norwegia, mereka tumbang 1-3.
Hal yang lebih pahit lagi bagi Inter, dalam sepasang pertemuan melawan Bodo/Glimt, eks pemain AC Milan, Jens Petter Hauge selalu mampu mencetak gol.
Satu gol Jens Petter Hauge membantu Bodo/Glimt menang di Aspmyra dan satu lainnya memastikan torehan bersejarah di Stadion Giuseppe Meazza, yang lebih sering disebut pendukung AC Milan dengan nama San Siro.
Selebrasi winger AC Milan Jens Petter Hauge usai membobol gawang Celtic FC pada laga matchday 5 Grup H Liga Europa 2020-2021 di Stadion San Siro, Kamis (3/12/2020) atau Jumat dini hari WIB.
Jens Petter Hauge Nostalgia dengan San Siro
Jelang pertandingan melawan Inter di San Siro, akun Instagram resmi Bodo/Glimt sempat mengunggah video Jens Petter Hauge berjalan di lorong stadion.
Ketika Hauge lewat, tiba-tiba tampilan gambar di lorong berubah dari tema biru-hitam khas Inter jadi warna kebesaran Rossoneri, merah-hitam.
“Saya masih berhubungan dengan banyak mantan rekan setim saya di Milan, mereka teman baik dan mereka senang ketika saya mencetak gol melawan Inter. Itu sangat berarti bagi banyak penggemar Milan,” ucap Hauge jelang laga kontra Inter, dilansir dari Sempre Milan.
Latar belakang sebagai mantan pemain Milan membuat kemenangan di San Siro terasa kian manis bagi Hauge.
"Rasanya luar biasa. Ini pencapaian besar," ujar Jens Petter Hauge kepada TV2, dilansir dari situs resmi Liga Champions.
"Saya hampir kehabisan kata-kata. Itu pertandingan yang sangat sulit, tetapi kami tetap bersatu," tutur pemain yang pernah memperkuat AC Milan pada 2020-2021 tersebut.
"Kami berlari untuk satu sama lain dan berjuang untuk setiap bola. Meskipun kami tidak banyak menguasai bola, kami sangat efisien ketika maju dan mulai menyerang," ucapnya menambahkan.
Sejarah bersama Bodo/Glimt
Selama berkostum Merah-Hitam AC Milan pada 2020-2021, Jens Petter Hague, tak terlalu banyak mendapatkan kesempatan bermain sebagai starter.
Kendati demikian, ia turut andil meloloskan AC Milan kembali ke Liga Champions setelah tujuh tahun penantian.
Kini, bersama klub negaranya, Bodo/Glimt, Hauge membuat sejarah dengan menapak ke 16 besar Liga Champions untuk pertama kalinya.
“Bagi kami, ini adalah dua pertandingan yang luar biasa," tutur Hauge dilansir Tuttomercatoweb dari Sky Sport Italia.
"Kami tahu laga-laga itu akan berat melawan tim yang fantastis. Sekarang saya sangat senang, kami sangat percaya pada proyek ini dan kami juga menunjukkannya di Liga Champions."
"Kami adalah tim yang terdiri dari banyak pemain lokal, perjalanan ini membuat kami sangat bangga. Kami bekerja keras satu sama lain, ini adalah malam yang fantastis,” ucap pemain yang mengenakan nomor 10 Bodo/Glimt ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang