Makna Tradisi Bakar Lemang Bambu dalam Menyambut Bulan Ramadan di Aceh

Makna Tradisi Bakar Lemang Bambu dalam Menyambut Bulan Ramadan di Aceh

Masyarakat di Provinsi Aceh memiliki tradisi unik dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan, yakni membakar atau memasak lemang bambu.

Di Aceh, tradisi bakar lemang bambu dikena dengan istilah Balamang dan umum dilakukan oleh masyarakat di Kabupaten Aceh Baran dan Aceh Barat Daya.

Balamang sendiri bermakna memasak lemang, yakni beras yang dimasak dengan cara dimasukkan ke dalam bambu lalu dibakar.

Bambu dipotong masing-masing per ruas lalu dibersihkan. Kemudian, beras ketan yang sudah dicampur santan kelapa dan bumbu-bumbu dimasukkan ke dalam bambu tersebut.

Ujung bambu ditutup dengan daun pisang muda yang sudah dilipat rapi, lalu disandarkan ke batang kayu atau pelepah aren muda yang telah dirangkai di atas api. Lemang biasanya dibakar di samping atau di halaman rumah.

Tradisi bakar lemang menyambut Ramadan di Aceh

Tradisi Balamang atau membakar lemang biasanya dilakukan bersama-sama dari beberapa keluarga.

Tetangga atau kerabat dekat berkumpul di salah satu rumah yang memiliki sebidang tanah yang cukup untuk membakar lemang.

Dan uniknya, proses ini dikerjakan oleh semua perempuan yang ada dalam keluarga. Biasanya diikuti oleh tiga generasi; nenek, ibu, dan anak perempuan.

Masing-masing memiliki tugas sesuai usia. Nenek bertugas membuat semua bahan dengan takaran yang sesuai dan memasukkan beras ke dalam bambu.

Kemudian generasi yang lebih muda bertugas mencari, memotong, dan membersihkan bambu untuk memasak lemang.

Generasi kedua bertugas memeras santan dengan memisahkan santan kental dan encer. Lalu generasi ketiga bertugas mencari daun pisang muda hingga mencuci beras hingga bersih.

Setelah selesai, lemang yang sudah jadi dibagikan kepada warga sekitar untuk mempererat silaturahmi satu sama lain.

Di Aceh, tradisi memasak dan membuat lemang bambu yang dilakukan secara turun temurun dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan.

Tidak hanya menjelang Ramadan, nasi lemang juga menjadi kuliner khas di bulan Ramadan di banyak wilayah di Aceh, terutama sebagai sajian untuk berbuka puasa.

Makna tradisi bakar lemang di Aceh

Makna Tradisi Bakar Lemang Bambu dalam Menyambut Bulan Ramadan di Aceh

Warga memasukkan beras ketan ke dalam bambu saat proses pembuatan lemang di Desa Alue Raya, Samatiga, Aceh Barat, Aceh, Sabtu (18/4/2020).

Salah satu makna di balik tradisi Balamang adalah untuk mempererat silaturahmi antar-masyarakat.

Sebab, memasak lemang biasanya dilakukan bersama-sama, dikerjakan bergotong-royong, sehingga mempererat silaturahmi.

Selain itu, dari proses penyediaan bahan sampai memasak lemang memperlihatkan bahwa secara moral masing-masing orang menanamkan sikap bertanggung jawab di tiap generasi.

Tanpa diperintah masing-masing tahu apa saja tugas mereka dan tahu kapan mereka harus mengerjakannya.

Selain itu, dalam tradisi Balamang juga terkandung nilai kebersamaan, kekompakan, dan gotong-royong.

Balamang dapat dijadikan salah satu tradisi yang dapat mengikat persatuan dan kesatuan tidak hanya dalam satu keluarga namun juga satu kampung.

Apalagi pada akhirnya, lemang bambu yang telah selesai, dibagi dan dinikmati bersama warga lainnya.

Sumber:

Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Banda Aceh

Antara

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang