Tampil Impresif di Middle East Swing, Petenis Indonesia Janice Tjen Kantongi Hadiah Rp 1,8 Miliar
Petenis andalan Indonesia, Janice Tjen, baru saja menuntaskan petualangan hebat dalam rangkaian turnamen Middle East Swing sepanjang Februari 2026.
Melalui tiga ajang bergengsi yakni Abu Dhabi Open, Qatar Open, dan Dubai Championships, peraih medali SEA Games dan Asian Games ini tidak hanya mendulang prestasi, tetapi juga pengalaman bertanding melawan elit dunia.
Secara finansial, keberhasilan Janice Tjen menembus babak-babak utama memberikan pemasukan yang cukup fantastis.
Jika diakumulasikan dari tiga turnamen tersebut, Janice berhasil mengantongi hadiah uang total mencapai 111.945 dolar AS atau setara dengan Rp 1,8 miliar.
Namun, lebih dari sekadar uang, sorotan utama tertuju pada keberaniannya meladeni petenis penghuni peringkat 10 besar dunia.
Ujian terberat Janice Tjen datang di babak kedua Qatar Open saat ia harus berhadapan dengan Iga Swiatek, pemilik 6 gelar Grand Slam yang kini menduduki peringkat 2 dunia.
Janice harus merasakan langsung agresivitas Swiatek yang dikenal tanpa ampun di lapangan.
Meski sempat kalah telak di set pertama, Janice menunjukkan mental baja dengan memberi perlawanan sengit di set kedua sebelum akhirnya menyerah 0-6, 3-6.
Menariknya, performa Janice justru mengundang kekaguman dari sang lawan.
Swiatek bahkan menyebut gaya main Janice mengingatkannya pada mantan petenis nomor satu dunia, Ashleigh Barty.
"Hari ini saya harus menyesuaikan ritme yang berbeda. Saya merasa pilihan-pilihan pukulannya mirip dengan pilihan Ash Barty. Itu seperti kilas balik yang menyenangkan," puji Swiatek.
Pengakuan dari Amanda Anisimova
Langkah Janice Tjen kembali berlanjut di Dubai Championships hingga mencapai babak 16 besar.
Di fase ini, ia menantang petenis peringkat 6 dunia, Amanda Anisimova.
Petenis Indonesia, Janice Tjen, melawan Emma Raducanu dari Inggris Raya dalam pertandingan putaran kedua tunggal putri US Open 2025 di USTA Billie Jean King pada 27 Agustus 2025 di Queens, New York, Amerika Serikat. Clive Brunskill/Getty Images/AFP (Foto oleh CLIVE BRUNSKILL / GETTY IMAGES AMERIKA UTARA / Getty Images via AFP)
Meski kembali kalah dengan skor 1-6, 3-6, Janice sempat memimpin di awal set kedua sebelum faktor kelelahan akibat bermain rangkap di nomor ganda mulai menggerogoti peluangnya.
Usai laga, Anisimova secara terang-terangan mengakui bahwa dirinya terus memantau perkembangan Janice sepanjang musim ini.
"Saya telah mengikuti Janice karena dia telah menunjukkan permainan tenis yang hebat musim ini. Jadi saya senang karena bisa melewatinya," ucap Anisimova.
Fokus Pengembangan dan Tur Amerika
Christopher Bint, pelatih yang mendampingi Janice Tjen, menekankan bahwa rangkaian kekalahan dari pemain top ini adalah bagian dari proses pembelajaran yang sangat penting.
Sang pelatih ingin Janice terus mengasah kekuatannya agar lebih konsisten saat menghadapi pukulan keras lawan-lawan elit.
"Setiap hari dan setiap pertandingan adalah kesempatan bagi Janice untuk belajar dan mengembangkan permainannya serta dirinya sendiri," katanya.
Chris Bint menambahkan bahwa target Janice adalah menjadi langganan di turnamen level tertinggi.
"Setiap lawan berbeda dengan gaya bermain, kekuatan, dan kelemahan masing-masing. Bisa berkompetisi melawan pemain terbaik di dunia setiap minggu adalah tempat yang ingin dia tuju dalam perjalanan tenisnya," tambahnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang