DFSK Indonesia Siapkan Model Baru di Pertengahan 2026
DFSK Indonesia siap meluncurkan model baru pada pertengahan 2026. Model tersebut akan menjadi pilihan baru di segmen New Energy Vehicle (NEV) Tanah Air.
Kehadiran model baru tersebut dipercaya bisa memberi nilai tambah pada perusahaan yang saat ini harus berjibaku dengan tantangan pasar Tanah Air. Sehingga setidaknya pabrikan bisa terus bertahan di masa depan.
“Nanti di semester kedua kami akan meluncurkan produk unggulan kami dari global dan masuk ke New Energy Vehicle. Untuk EV, Hybrid atau PHEV, belum bisa disampaikan,” tegas Doni Putra Okten, Head of Sales & Marketing PT Sokonindo Automobile pada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Ia pun mengungkap kehadiran model ini dipercaya bisa membuat pelanggan lebih mudah untuk mencari kendaraan sesuai kebutuhan. Terlebih penjualan kendaraan Tanah Air masih penuh tantangan.

“2026 akan menjadi tahun yang penuh tantangan karena belum ada kepastian apakah akan ada insentif kendaraan listrik atau tidak. Oleh sebab itu kami pun berinisiatif untuk memberikan program khusus buat pembelian kendaraan elektrifikasi,” tambahnya kemudian.
Sebelumnya diberitakan bahwa DFSK Indonesia tidak mau menunggu insentif kendaraan listrik dari pemerintah. Mereka memutuskan untuk bergerak lebih agresif guna mempertahankan pasar yang sudah ada sekarang.
“Buat DFSK Gelora E kami berikan insentif sebesar Rp 80 juta buat blind van sementara mini bus adalah Rp 85 juta. Jadi tujuannya tentu buat meningkatkan penjualan kendaraan di Tanah Air,” ungkap Doni Putra Okten.
Selain itu DFSK juga memberikan insentif buat kendaraan listrik kecil mereka yaitu Seres E1. Nilainya pun cukup besar yaitu mencapai Rp 51 juta.

“Selain insentif untuk kendaraan listrik, kami memberikan support sebesar Rp 19 juta ditambah voucher bensin senilai Rp 6 juta,” tambahnya kemudian.
Program tersebut tidak hanya berlaku selama IIMS 2026 namun hingga beberapa waktu ke depan. Sehingga diharapkan masyarakat bisa lebih mudah dalam melakukan pembelian khususnya buat mendukung bisnis.