Jangan Lakukan 7 Hal Ini Saat Imlek 2026, Pantangan Tradisional dan Makna Filosofisnya

Imlek, Jangan Lakukan 7 Hal Ini Saat Imlek 2026, Pantangan Tradisional dan Makna Filosofisnya

Tahun Baru Imlek 2026 yang menandai dimulainya tahun Kuda Api segera tiba. Bagi masyarakat Tionghoa, perayaan ini bukan sekadar pesta makan malam keluarga, melainkan momen sakral untuk menetapkan nasib baik selama 12 bulan ke depan.

Dalam kepercayaan tradisional, hari pertama Imlek dianggap sebagai penentu keberuntungan. Oleh karena itu, terdapat sejumlah pantangan atau "tabu" yang secara turun-temurun dipatuhi untuk menghindari kesialan.

Merujuk pada catatan riset dan berbagai studi budaya Tionghoa, berikut adalah hal-hal yang dilarang dilakukan saat hari raya Imlek:

1. Menyapu dan Membuang Sampah

Aktivitas membersihkan rumah sangat dilarang pada hari pertama Imlek. Menyapu rumah diyakini secara simbolis akan "menyapu keluar" keberuntungan dan kekayaan yang baru saja masuk ke dalam rumah.

Saran: Lakukan pembersihan total (spring cleaning) sebelum malam tahun baru. Jika terpaksa harus menyapu, debu harus dikumpulkan di sudut rumah dan tidak boleh dibuang keluar hingga hari kelima.

2. Keramas dan Memotong Rambut

Dalam bahasa Mandarin, rambut (fa) memiliki pelafalan dan karakter yang sama dengan kata "kemakmuran" (facai). Mencuci rambut atau memotongnya di hari pertama Imlek dianggap sebagai tindakan "mencuci bersih" atau "memotong" rezeki Anda.

Fakta Unik, melansir The Singapore Women's Weekly, banyak salon di komunitas Tionghoa akan tutup atau mengenakan biaya lebih tinggi menjelang Imlek karena tingginya permintaan potong rambut sebelum hari-H.

Imlek, Jangan Lakukan 7 Hal Ini Saat Imlek 2026, Pantangan Tradisional dan Makna Filosofisnya

Kesenian Barongsai terlihat di kawasan Pecinan Glodok, Jakarta Barat, Minggu (15/2/2026). Tiap tahun menjelang Imlek kawasan Pecinan Glodok selalu dipadati pengunjung karena menjadi titik pusat jual beli pernak-pernik Imlek.

3. Menggunakan Benda Tajam

Penggunaan pisau, gunting, atau benda tajam lainnya harus dihindari. Benda tajam dianggap sebagai simbol pemutus aliran kemakmuran dan kesuksesan.

Selain itu, menghindari benda tajam bertujuan untuk mencegah luka; darah di awal tahun dianggap sebagai pertanda buruk bagi kesehatan sepanjang tahun.

4. Mengucapkan Kata-kata Negatif

Kata-kata memiliki energi besar dalam tradisi Imlek. Dilarang mengucapkan kata-kata yang berkaitan dengan kematian, penyakit, kemiskinan, atau hantu.

Tips: Jika ingin membicarakan seseorang yang telah tiada, gunakan eufemisme seperti "sudah pergi jauh" untuk menjaga vibrasi positif di hari raya.

5. Menagih atau Meminjamkan Uang

Sangat tabu untuk menagih utang atau meminjam uang pada hari pertama Imlek.

Meminjamkan uang dianggap sebagai perlambang bahwa kekayaan Anda akan terus mengalir keluar (loss of wealth), sementara meminjam uang menjadi pertanda bahwa Anda akan terus bergantung pada utang sepanjang tahun.

6. Sarapan dengan Bubur

Meski tampak sederhana, sarapan bubur saat pagi Imlek adalah hal yang dihindari. Secara historis, bubur dianggap sebagai makanan untuk rakyat miskin yang tidak mampu membeli nasi utuh.

Memulai tahun dengan makan bubur dikhawatirkan akan membawa aura kemiskinan sepanjang tahun.

7. Mengenakan Pakaian Hitam atau Putih

Secara tradisional, warna hitam dan putih sangat erat kaitannya dengan suasana duka atau pemakaman. Untuk menyambut energi Kuda Api di tahun 2026, pilihlah warna merah yang melambangkan keberuntungan, kegembiraan, dan pengusir roh jahat.

Mematuhi pantangan ini bukan sekadar soal takhayul, melainkan bentuk penghormatan terhadap leluhur dan cara untuk memulai tahun dengan disiplin diri serta pikiran yang positif.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang