Top 12+ Pantangan Imlek yang Dipercaya Membawa Sial, Jangan Dilanggar

Imlek, 12 Pantangan Imlek yang Dipercaya Membawa Sial, Jangan Dilanggar, 1. Mengenakan pakaian putih atau hitam, 2. Mencuci rambut dan pakaian di hari Imlek, 3. Mengucapkan kata-kata negatif, 4. Minum atau menyeduh obat, 5. Membiarkan anak menangis, 6. Membersihkan rumah di Hari Imlek, 7. Menggunakan atau memecahkan barang pecah belah, 8. Menggunakan benda tajam, 9. Memberi angpao dengan angka ganjil, 10. Menangis atau bertengkar, 11. Meminjam atau meminjamkan uang, 12. Makan bubur atau sarapan daging

Tahun Baru Imlek bukan sekadar pergantian kalender lunar, tetapi momen simbolis yang diyakini menentukan arah keberuntungan sepanjang tahun. 

Oleh karena itu, masyarakat Tionghoa memiliki berbagai pantangan yang diwariskan lintas generasi. 

Pantangan ini kerap dianggap takhayul, namun bagi sebagian orang, ia berfungsi sebagai pengingat untuk memulai tahun dengan sikap hati-hati, penuh hormat, dan niat baik.

Banyak orang percaya untuk melakukan segalanya dengan benar di hari pertama Tahun Baru karena hari itu diyakini menentukan keseluruhan tahun ke depan.”

Berikut sejumlah hal yang tidak dianjurkan dilakukan saat Imlek karena dipercaya bisa membawa kesialan.

1. Mengenakan pakaian putih atau hitam

Dalam budaya Tionghoa, warna putih dan hitam erat dengan suasana duka dan pemakaman. Maka dari itu, mengenakannya saat Imlek dianggap sebagai simbol kehilangan dan kesedihan. 

Dilansir Emma Wallace, Jumat (13/2/2026), mengenakan pakaian serba putih di hari Tahun Baru dapat dipandang sebagai pertanda buruk. 

Warna cerah seperti merah justru dianjurkan karena melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, dan kemakmuran.

2. Mencuci rambut dan pakaian di hari Imlek

Pantangan ini berkaitan dengan kepercayaan terhadap Dewa Air. Dua hari pertama Imlek diyakini sebagai hari ulang tahun dewa tersebut, sehingga mencuci pakaian dianggap tidak sopan. 

Selain itu, kata “rambut” (fa) memiliki pelafalan yang sama dengan “kemakmuran” (fa). Oleh karenanya, mencuci rambut pada hari pertama Imlek dimaknai sebagai mencuci bersih rezeki yang seharusnya dijaga sepanjang tahun.

3. Mengucapkan kata-kata negatif

Ucapan bernada negatif seperti “sakit”, “mati”, atau “kehilangan” dihindari pada hari-hari awal Imlek. 

Kata-kata ini diyakini dapat membawa energi buruk. Jika anak-anak tak sengaja mengucapkannya, orang dewasa biasanya mengucap kalimat “Ucapan anak-anak tidak dimaksudkan membawa niat buruk.”

4. Minum atau menyeduh obat

Di beberapa wilayah China, menyeduh obat herbal atau meminum obat pada Tahun Baru dianggap pertanda seseorang akan sakit sepanjang tahun. 

Tradisi ini melambangkan harapan agar tubuh tetap sehat dan terbebas dari penyakit selama setahun penuh. 

Meski begitu, beberapa orang yang memang diharuskan mengonsumsi obat setiap hari tidak dianjurkan untuk melakukan kepercayaan ini.

5. Membiarkan anak menangis

Tangisan anak saat Imlek diyakini sebagai simbol kesedihan dan pertanda buruk bagi keluarga. 

Maka, orangtua biasanya berusaha keras menjaga suasana hati anak tetap ceria dengan memberi angpao, mainan, atau makanan manis agar tahun baru dimulai dengan kegembiraan.

6. Membersihkan rumah di Hari Imlek

Menurut kepercayaan oang Tionghoa membersihkan rumah di hari pertama Imlek dianggap menyapu keluar keberuntungan. 

Pembersihan rumah sebaiknya dilakukan sebelum Imlek sebagai simbol membuang kesialan lama dan memberi ruang bagi rezeki baru.

7. Menggunakan atau memecahkan barang pecah belah

Barang pecah belah melambangkan keharmonisan keluarga. Memecahkannya di hari Imlek dipercaya menjadi pertanda konflik atau perpecahan. 

Maka dari itu, masyarakat dianjurkan ekstra hati-hati saat menggunakan benda rapuh.

8. Menggunakan benda tajam

Pisau atau gunting diyakini dapat memotong keberuntungan. Penggunaan benda tajam saat Imlek dipercaya dapat menghilangkan peluang baik yang seharusnya datang di tahun baru.

9. Memberi angpao dengan angka ganjil

Angka genap, terutama angka delapan, dipercaya membawa keberuntungan. Memberi angpao dengan jumlah ganjil dianggap kurang baik karena melambangkan ketidakseimbangan.

10. Menangis atau bertengkar

Menangis pada hari Imlek diyakini membawa kesedihan sepanjang tahun. Begitu pula pertengkaran dan ucapan kasar yang dipercaya mengundang konflik berkepanjangan.

11. Meminjam atau meminjamkan uang

Kepercayaan lama menyebutkan bahwa meminjamkan uang di hari Imlek berarti meminjamkan rezeki sepanjang tahun. 

Sebaliknya, meminjam uang dipercaya membuat seseorang terus berada dalam utang.

12. Makan bubur atau sarapan daging

Bubur identik dengan kemiskinan, sehingga dihindari pada hari Imlek. Beberapa kepercayaan juga menyarankan sarapan vegetarian karena dewa-dewa yang turun ke bumi diyakini menyukai makanan nabati.

Pantangan Imlek mungkin terdengar kuno, namun maknanya berakar pada harapan universal, memulai tahun dengan niat baik, keharmonisan, dan optimisme. 

Terlepas dipercaya secara spiritual atau dipandang sebagai tradisi budaya, pantangan ini menjadi pengingat agar Tahun Baru Imlek dijalani dengan penuh kesadaran dan rasa syukur.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang