Top 9+ Kesalahan Saat Memesan Tiket Pesawat, Jangan Lakukan
- 1. Hanya memilih maskapai berdasarkan harga
- 2. Memilih penerbangan transit, padahal bisa langsung
- 3. Wwaktu transit terlalu mepet
- 4. Tidak menautkan reservasi saat pergi bersama
- 5. Memilih kursi tanpa mengecek ulasan
- 6. Mencari tiket berulang kali tanpa mode privat
- 7. Memesan tiket termurah tanpa mengecek ketentuan
- 8. Mengabaikan zona waktu dan jet lag
- 9. Memesan lewat pihak ketiga
Agar perjalanan udara berjalan lancar dan bebas stres, para pakar perjalanan membagikan kesalahan umum yang sebaiknya dihindari saat memesan tiket pesawat.
Perjalanan udara memang bisa melelahkan, bahkan sebelum pesawat tinggal landas. Mulai dari memilih rute, maskapai, hingga jam keberangkatan, ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan.
Kesalahan saat memesan tiket pesawat
Berikut 10 kesalahan yang dihindari oleh agen perjalanan profesional agar perjalanan mereka selalu berjalan lancar.
1. Hanya memilih maskapai berdasarkan harga
Harga murah memang menggoda, tapi bukan satu-satunya hal yang penting.
Menurut Ronit Margolis, penasihat perjalanan di Fora, perbandingan sebaiknya tidak hanya dari sisi harga, tetapi juga jadwal, durasi transit, dan kualitas layanan.
“Kadang, tiket sedikit lebih mahal justru bisa menghemat waktu dan memberikan pengalaman lebih nyaman,” ujarnya.
Maskapai berbiaya rendah juga kerap membawa risiko. Jonathan Alder, pendiri Jonathan’s Travels, mengingatkan bahwa maskapai low-cost tidak selalu wajib memberikan kompensasi atau akomodasi ulang jika terjadi pembatalan.
2. Memilih penerbangan transit, padahal bisa langsung
Bagi Ashley Lancer, penasihat perjalanan di Valerie Wilson Travel, penerbangan langsung adalah pilihan terbaik meski biayanya lebih tinggi.
Ilustrasi Bandara Incheon berencana menertibkan airport fashion para artis dan bintang K-Pop karena dianggap mengganggu keamanan dan kenyamanan.
Jika harus transit, ia menyarankan untuk memilih penerbangan pagi agar masih ada opsi lain jika terjadi penundaan.
Selain itu, hindari memesan penerbangan lanjutan dari maskapai berbeda karena risiko kehilangan koneksi sangat tinggi.
3. Wwaktu transit terlalu mepet
Chirag Panchal, penasihat perjalanan di Fora, mengatakan dirinya menghindari jadwal transit yang mepet.
“Lebih baik menunggu beberapa jam di lounge daripada tertinggal pesawat berikutnya,” katanya.
Untuk penerbangan internasional, Caroline Weilert bahkan menyarankan jeda minimal 90 menit.
“Asumsikan segalanya bisa terlambat satu jam, agar Anda tak stres di bandara,” ujarnya.
4. Tidak menautkan reservasi saat pergi bersama
Jika bepergian bersama keluarga atau pasangan, penting untuk menautkan nomor pemesanan (reservation code).
Menurut Weilert, tanpa keterkaitan ini, maskapai bisa saja memisahkan penumpang saat terjadi perubahan jadwal. Selain itu, pesan kursi berdampingan sejak awal.
“Jangan berharap penumpang lain mau menukar kursi dengan Anda,” kata Kareem George dari Culture Traveler.
5. Memilih kursi tanpa mengecek ulasan
Banyak orang asal memilih kursi dari peta yang disediakan maskapai. Padahal, tidak semua kursi nyaman.
Ilustrasi kabin pesawat. Ilustrasi kursi penumpang di pesawat.
Weilert menyarankan menggunakan situs seperti SeatGuru untuk melihat detail posisi kursi, ruang kaki, hingga kedekatan dengan toilet.
Michael DeLucca, pendiri Otsy, juga mengingatkan bahwa kursi di baris pintu darurat sering tidak bisa direbahkan, meski ruang kakinya luas.
6. Mencari tiket berulang kali tanpa mode privat
DeLucca menekankan pentingnya menggunakan VPN atau mode incognito saat mencari tiket.
Alasannya, situs maskapai bisa menaikkan harga berdasarkan riwayat pencarian pengguna. Dengan VPN, kamu juga bisa mengubah lokasi IP dan menemukan harga promo dari pasar lain yang lebih murah.
7. Memesan tiket termurah tanpa mengecek ketentuan
Harga tiket pesawat yang murah, sekilas terlihat hemat, tapi bisa jadi penuh batasan, seperti tidak bisa memilih kursi, tidak bisa membawa bagasi kabin, dan sering kali tidak bisa diubah atau dibatalkan.
Oleh karena itu, cek terlebih dahulu ketentuan penerbangan itu, sehingga kamu tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan.
8. Mengabaikan zona waktu dan jet lag
Waktu kedatangan bisa memengaruhi kenyamanan liburan. Ini berlaku untuk penerbangan ke negara dengan zona waktu berbeda.
Ilustrasi jet lag. Biasanya dirasakan setelah melakukan perjalanan panjang dengan transportasi udara. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab jet lag.
Glenn menyarankan untuk menghindari penerbangan yang tiba tengah malam jika hari pertama perjalanan penting, atau yang tiba terlalu pagi saat hotel belum bisa check-in.
DeLucca menambahkan, penerbangan malam bisa membuat lelah jika harus menunggu lama di bandara setelah mendarat.
9. Memesan lewat pihak ketiga
Platform online travel agent tampak praktis, tetapi bisa menyulitkan saat kamu perlu mengubah atau membatalkan penerbangan.
“Jika terjadi penundaan, Anda akan kesulitan mendapat bantuan karena maskapai akan menyuruh Anda menghubungi pihak ketiga,” ujar Marini.
Cara paling aman? Pesan langsung di situs maskapai penerbangan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.