Top 6+ Tradisi Unik Perayaan Imlek di Indonesia, dari Pawai Tatung hingga Perang Air

Imlek, 6 Tradisi Unik Perayaan Imlek di Indonesia, dari Pawai Tatung hingga Perang Air

Perayaan Tahun Baru Imlek atau Tahun Baru China di Indonesia bukan sekadar momen pergantian kalender dalam penanggalan Tionghoa. Sebagai hari libur nasional, Imlek menjadi simbol keberagaman budaya dan toleransi yang kental di berbagai penjuru Nusantara.

Secara astronomis, Tahun Baru Imlek dimulai pada hari pertama bulan pertama dan memuncak pada perayaan Cap Go Meh di hari ke-15 saat bulan purnama. Dalam kalender Masehi, momen ini biasanya jatuh di antara bulan Januari atau Februari.

Di Indonesia, populasi suku Tionghoa yang besar membawa ragam tradisi unik yang berbeda di tiap kota.

Berikut adalah enam tradisi unik perayaan Imlek di Indonesia yang menarik untuk dikunjungi sebagai destinasi liburan dikutip dari Traveloka.

1. Tradisi Patekoan di Glodok, Jakarta

Kawasan Pecinan Glodok, Jakarta Barat, memiliki tradisi legendaris bernama Patekoan. Berbeda dengan atraksi Barongsai pada umumnya, tradisi ini berfokus pada nilai kedermawanan dengan menyediakan teh gratis bagi siapa saja yang melintas.

Sejarah Patekoan bermula sejak abad ke-16, diinisiasi oleh Kapiten Gan Djie dan istrinya, Nyai Gan Djie yang berasal dari Bali. Pasangan dermawan ini menyajikan teh untuk membantu para pedagang dan kuli panggul yang kelelahan.

2. Kesaktian Pawai Tatung di Singkawang

Singkawang, Kalimantan Barat, selalu menjadi magnet utama saat Imlek. Kota ini menggelar Pawai Tatung yang melibatkan lebih dari 500 peserta. Tatung adalah sosok yang dipercaya sedang dirasuki roh dewa sehingga memiliki kekebalan tubuh.

Dalam atraksinya, para Tatung menancapkan benda tajam ke tubuh mereka tanpa terluka sedikit pun. Ritual ini biasanya diawali dengan upacara di biara yang dipimpin oleh ahli spiritual sebelum pawai keliling kota dimulai.

3. Akulturasi Grebeg Sudiro di Solo

Imlek, 6 Tradisi Unik Perayaan Imlek di Indonesia, dari Pawai Tatung hingga Perang Air

Ilustrasi perayaan Imlek di Pasar Gede, Solo. Simak rangkaian acara Grebeg Sudiro 2025 di Kota Solo.

Kota Solo menunjukkan wajah toleransi melalui Grebeg Sudiro di Kelurahan Sudiroprajan. Perayaan yang dimulai sejak 2007 ini merupakan akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa.

Ciri khasnya adalah gunungan yang disusun dari ribuan kue keranjang. Gunungan ini diarak bersama kesenian Barongsai, Reog Ponorogo, hingga tari-tarian tradisional.

"Perayaan ini menjadi simbol toleransi kuat antara warga Tionghoa dan Jawa," tulis keterangan terkait tradisi tersebut.

Puncaknya, lampion berbentuk teko di gerbang Pasar Gede akan dinyalakan sebagai tanda kemeriahan.

4. Festival Perang Air (Ciancui) di Riau

Jika Thailand memiliki Songkran, Indonesia memiliki Ciancui atau Festival Perang Air di Riau. Tradisi ini dilakukan oleh seluruh warga, baik etnis Tionghoa maupun warga lokal lainnya.

Mereka turun ke jalan dan saling menyiramkan air menggunakan pistol air atau gayung hingga basah kuyup sebagai bentuk kegembiraan menyambut tahun baru.

5. Sembahyang di Klenteng Po Hwa Kong, Lombok

Bagi Anda yang berada di wilayah Timur, Klenteng Po Hwa Kong di Mataram, Lombok, menjadi pusat perayaan. Berdiri sejak tahun 1840, klenteng tua ini menjadi tempat warga memohon berkat setiap tanggal 1 dan 15 kalender Imlek. Di dalamnya terdapat 12 altar dewa yang dirawat dan didekorasi dengan khidmat oleh umat menjelang hari raya.

6. Ritual Mandi Tujuh Sumur di Vihara Gayatri, Depok

Warga Depok dan sekitarnya memiliki tradisi unik di Vihara Gayatri. Selain beribadah, umat Tionghoa akan melakukan ritual mandi di tujuh sumur yang dipercaya tidak pernah kering meski kemarau panjang.

Air dari tujuh sumur ini diyakini membawa keberkahan, mulai dari mendatangkan rezeki, kesembuhan penyakit, hingga urusan jodoh. Tak jarang, pengunjung juga melemparkan koin ke dalam sumur sebagai simbol permohonan kebaikan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang