Kasus Andrew dalam Skandal Epstein Seret Nama Ratu Elizabeth, Monarki Inggris di Ujung Tanduk?

Ratu Elizabeth II.
Ratu Elizabeth II.

Keluarga kerajaan Inggris saat ini tengah disorot usai nama mantan Duke of York, Andrew Mountbatten-Windsor kembali disebut dalam Epstein File. Seperti diketahui dalam file terbaru yang dirilis Departemen Kehamiman AS (DOJ) pada Januari lalu nampak sejumlah foto tak senonoh Andrew di dalamnya.

Bukan kali ini saja, Andrew diketahui sempat beberapa kali terseret dengan sosok Epstein selama satu dekade terakhir. Lantaran kasus tersebut pihak kerajaan mulai bertindak tegas pada adik Raja Charles itu. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebut saja di tahun 2019 lalu, Andrew dipaksa mundur dari seluruh tugas resmi kerajaan. Puncaknya pada 30 Oktober 2025 lalu, Raja Charles mencabut seluruh gelar bangsawan yang melekat pada Andrew sebagai buntut dari kasus Epstein.

Pihak kerajaan Inggris juga telah memberikan keterangan resmi terkait dengan Andrew. 

"Raja Charles telah menegaskan, baik lewat pernyataan maupun tindakan yang belum pernah dilakukan sebelumnya bahwa dia sangat prihatin atas berbagai tuduhan yang terus bermunculan terkait perilaku Andrew Mountbatten-Windsor. Meski klaim-klaim spesifik tersebut menjadi tanggung jawab  Mountbatten Windsor untuk menjawabnya sendiri, jika kami dihubungi oleh Kepolisian Thames Valley, kami siap memberikan dukungan sebagaimana mestinya," kata juru bicara kerajaan Inggris dikutip dari laman Cosmopolitan Uk, Kamis 12 Febaruari 2026. 

Namun, apakah itu cukup untuk menyelamatkan monarki dari masalah ini? Menurut sejumlah pejabat senior pemerintah AS dan juga sebagian masyarakat, jawabannya mungkin tidak.

Ro Khanna, anggota komite yang menyelidiki skandal Epstein, selain Andrew dia mendesak Raja Charles dan Ratu Camilla untuk maju dan memberikan kesaksian. Ia bahkan menyebut hal ini bisa menjadi akhir dari monarki. 

“Saya rasa ini adalah momen paling rapuh yang pernah dialami monarki Inggris. Mereka seharusnya mengajukan pertanyaan kepada Raja dan Ratu, dan mungkin ini akan menjadi akhir dari monarki," kata dia dalam wawancara dengan Sky News. 

Dia menambahkan, jika mereka terseret dalam kasus Epstein, ini jelas bukan citra yang baik bagi monarki Inggris. 

"Raja harus menjelaskan apa yang ia ketahui, apa yang ia ketahui tentang Andrew, dan sekadar mencabut gelar Andrew saja tidak cukup. Andrew harus datang ke hadapan komite kongres AS dan mulai menjawab pertanyaan. Saya tidak pikir hukuman yang pantas hanyalah ‘kamu tidak lagi menjadi pangeran’. Harus ada konsekuensi yang lebih dari itu," kata dia melanjutkan. 

Tekanan dari Rakyat Inggris

Pekan lalu, Raja dan Ratu juga mendapat teriakan sindiran soal Andrew dan seberapa jauh mereka mengetahui keterlibatannya dengan Epstein saat berkunjung ke Dedham, sebuah desa di Essex. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian masyarakat tampaknya memiliki pandangan serupa.

Tak hanya itu saja, pekan ini Raja Charles juga mendapatkan komentar pedas dari salah satu warga Inggris ketika dirinya menjalani kunjungan ke Clitheroe, Lancashire di wilayah barat laut Inggris.

Dalam kunjungan tersebut, seorang pria nampak meneriakan cemoohan kepada Raja Charles terkait hubungan antara adiknya Andrew dengan  terpidana kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Momen itu terjadi saat suami dari Camila ini tengah menyapa para warga yang hadir di sana.

“Charles! Sejak kapan kamu tau soal Andrew dan Epstein?,” demikian teriakan dari seorang pria dari kerumunan tersebut. 

Menyusul ramainya pemberitaan Andrew, Pangeran William dan Kate Middleton juga mengeluarkan pernyataan tak terduga terkait berkas Epstein pekan ini, menjelang kunjungan William ke Arab Saudi. 

“Saya dapat mengonfirmasi bahwa Pangeran dan Putri sangat prihatin dengan berbagai pengungkapan yang terus muncul. Pikiran mereka tetap tertuju pada para korban," kata juru bicara Pangeran William dan Kate Middleton. 

Ratu Elizabeth Disebut Ikut Berperan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada akhir tahun lalu, penulis biografi kerajaan sekaligus mantan editor Vanity Fair, Tina Brown, sempat menyoroti bahwa banyak orang juga mempertanyakan peran mendiang Ratu Elizabeth II dalam melindungi Andrew setelah tuduhan awal mencuat.

“Faktanya, memang ada banyak hal yang harus ia pertanggungjawabkan terkait Andrew. Sebab Ratu justru memfasilitasi Andrew dengan cara yang sangat buruk. Ia adalah anak favoritnya. Sang Ratu melindunginya, dan ibunya pada dasarnya menjadi satu-satunya ‘pelindung’ Andrew. Dialah yang melindunginya, dan sayangnya, itu justru membuat Andrew semakin buruk," kata Brown.