Dedi Mulyadi Terkejut, Siswa SMP di Subang yang Suka Merokok Tak Bisa Perkalian Dasar
Kunjungan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ke salah satu sekolah di Subang berujung pada temuan yang mengejutkan. Saat melakukan sidak di SMPN 2 Jalancagak, ia mendapati seorang siswa yang masih kesulitan menghitung matematika dasar, padahal sudah duduk di bangku kelas 8.
Awalnya, kunjungan Dedi atau yang akrab disapa KDM, dilakukan untuk menindaklanjuti kasus guru yang menampar siswa karena melanggar aturan sekolah. Diketahui, siswa tersebut kedapatan merokok dan melompat pagar sekolah, sehingga menimbulkan reaksi keras dari pihak guru.
Setelah berbicara dengan guru dan orang tua murid yang bersangkutan, Dedi memutuskan meninjau langsung kondisi lingkungan sekolah dan interaksi para siswanya. Namun, di luar dugaan, sidak tersebut justru mengungkap persoalan yang lebih dalam, rendahnya kemampuan dasar berhitung di kalangan siswa.
Dalam sebuah video yang diunggah ke kanal YouTube miliknya, Dedi tampak berbincang langsung dengan siswa yang merokok. Ia kemudian menanyakan soal sederhana terkait kebiasaan merokok siswa itu.
“Kamu ngerokok sehari berapa batang?” tanya KDM yang dikutip dari kanal YouTube-nya pada Selasa, 11 November 2025.
“Lima batang,” jawab sang siswa.
“Harga satu batangnya berapa?” lanjutnya.
“Rp1.500,” kata siswa itu.
“Berarti sehari menghabiskan berapa rupiah?” tanya Dedi lagi.
Namun, bukannya menjawab dengan benar, siswa tersebut malah berkata, “Kadang-kadang Rp8.000 kadang-kadang Rp10.000.”
Dedi pun tersenyum sambil menimpali, “Berarti ini matematika versi Jalancagar ya,” ujarnya menyindir halus.
Dari percakapan itu, Dedi Mulyadi menyoroti dua hal penting, lemahnya kemampuan calistung (membaca, menulis, berhitung) yang seharusnya sudah dikuasai sejak SD, dan kebiasaan merokok di usia dini yang menunjukkan kurangnya pengawasan baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.
“Kepada para guru SMP, matematika dasarnya lemah,” ungkap Dedi dengan nada prihatin.
Komentar Netizen
“.. ini uda ga lucu lg sih.. ini uda mengkhawatirkan banget..”
“Yang aneh itu gurunya. Kok bisa anak kayak gitu naik kelas??”
“Matematika dasar ga becus kok bisa sampe kelas 8.”
“Jadi bisa ditarik kesimpulan merokok 5 batang sehari mengakibatkan tidak bisa hitungan dasar.”