Petani Irak Tewas Usai Tak Sengaja Temukan Pangkalan Rahasia Israel

Militer Israel dalam Acara Peringatan Prajurit Gugur Israel  di Yerusalem
Militer Israel dalam Acara Peringatan Prajurit Gugur Israel di Yerusalem

Dalam laporan yang mengutup hasil investigasi menyebut bahwa Israel mendirikan pos rahasia di gurun barat Irak selama perang Iran melawan AS-Israel. Lokasi tersebut digunakan untuk mendukung serangan Udara Israel dan menjadi tempat operasi unit pasukan khusus Israel.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Laporan yang dirilis Minggu itu menyebut, petani Bernama Awad al-Shammari pada 6 Maret lalu diketahui sedang melakukan perjalanan untuk membeli kebutuhan bahan makanan. Namun tanpa sengaja dia menemukan keberadaan unit militer rahasia Israel itu.

Dia kemudian melaporkan aktivitas mencurigakan di gurun Najaf-Karbala itu kepada apparat keamanan setempat.

Namun naasnya, sebelum pasukan keamanan Irak tiba di lokasi, sang petani dan dua tantara Irak disebut sempat berhadapan dengan pasukan Israel.

Kendaraan yang mereka tumpangi diserang helicopter hinggga membuat sang petani tewas sementara dua tantara lainnya terluka. 

Pasukan Israel yang berada di gurun itu diduga memantau komunikasi al-Shammari melalui sistem pengawasan mereka, melacak ponselnya, lalu menjadikannya target serangan.

Keluarga al-Shammari disebut mencari keberadaannya selama dua hari sebelum akhirnya mengetahui nasib tragis yang dialaminya, menurut laporan The New York Times.

"Kami diberi tahu ada mobil pikap terbakar, mirip milik Awad, di lokasi itu. Tapi tidak ada yang berani mendekat. Saat kami tiba di sana, kami menemukan mobil dan jasadnya sudah hangus terbakar," kata sepupunya, Amir dikutip dari laman presstv.ir, Senin 18 Mei 2026.

Berdasarkan investigasi tersebut, pasukan Israel mendirikan fasilitas rahasia itu sesaat sebelum perang pecah pada akhir Februari. Basis itu kemudian digunakan dalam serangan terhadap pasukan Irak pada Maret lalu, ketika tentara Irak hampir membongkar lokasi tersebut.

Media-media Israel juga melaporkan bahwa pasukan Zionis menempatkan tim penyelamat dan unit komando di pos terdepan tersebut untuk mengevakuasi awak pesawat mereka yang jatuh di wilayah Iran jika diperlukan.

Sumber yang diwawancarai The New York Times mengatakan ada pangkalan Israel kedua di gurun yang sama. Basis itu disebut sudah ada sebelum perang terbaru melawan Iran dan pernah digunakan saat konflik Iran pada Juni 2025.

Laporan mengenai aktivitas militer ilegal Israel di Irak memicu kemarahan publik di negara itu. Desakan agar pemerintah memberikan penjelasan dan meminta pertanggungjawaban pihak terkait pun semakin menguat.

Sumber The New York Times juga menyebut pangkalan yang ditemukan al-Shammari sebenarnya sudah diketahui Washington setidaknya sejak Juni 2025. Hal itu memunculkan dugaan bahwa Amerika Serikat menyembunyikan informasi tersebut dari pemerintah Irak meski kedua negara merupakan sekutu dekat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anggota parlemen Irak Raed al-Maliki mengecam Washington karena memberikan akses wilayah udara Irak kepada pasukan Israel.

"Amerika Serikat menyerahkan wilayah udara Irak kepada entitas Israel selama perang dan memerintahkan sistem radar dimatikan. Sekarang semakin jelas bahwa wilayah Irak juga digunakan untuk membangun pusat intelijen rahasia atau pangkalan milik entitas Zionis,"  kata al-Maliki.