Top 5+ Program Unggulan Pariwisata Tahun 2026, Ada Paket Wisata Tematik

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana

 Kementerian Pariwisata telah menetapkan lima program unggulan pariwisata untuk tahun 2026. Adapun lima program unggulan tersebut meliputi keselamatan wisata, pengembangan dan penguatan desa wisata, program pariwisata berkualitas, penguatan event by Indonesia dan transformasi digital atau tourism 5.0.

Untuk keselamatan wisata kata Menpar menjadi pondasi utama pembangunan destinasi. Penguatan dilakukan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia khusus pramuwisata dalam penerapan standar keselamatan, kesiapsiagaan serta kemampuan pertolongan pertama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Di saat yang sama standar keselamatan pariwisata terus diperkuat melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga serta penyediaan informasi perjalanan yang jelas dan terpercaya bagi wisatawan,”jelasnya, Rabu 11 Februari 2026.

Kedua terkait pengembangan dan penguatan desa wisata akan terus didorong sebagai motor pertumbuhan ekonomi lokal dan pemerataan pembangunan. Dengan fokus  yang diarahkan pada  peningkatan kualitas produk kelembagaan dan kesiapan destinasi agar desa wisata semakin kompetitif dan berkelanjutan.

Ketiga melalui program pariwisata berkualitas. Kementerian Pariwisata kata Widi, telah  mengkurasi dan mempromosikan paket wisata tematik yang meliputi gastronomi, wellness, pariwisata bahari, design dan seni serta paket wisata ramah muslim untuk memperkuat daya tarik Indonesia.

“Keempat penguatan Event by Indonesia terus dilakukan dengan menampilkan identitas unik Indonesia sebagai strategi menciptakan dampak ekonomi yang relatif singkat sekaligus memperkuat citra destinasi nasional,” kata dia.

Kelima terkait dengan  transformasi digital pariwisata atau tourism 5.0. Untuk menghadirkan layanan yang efektif dan berkualitas. Tahun lalu kecerdasaan artifisial bernama MaiA (Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia) mulai diintegrasikan melalui platform digital pariwisata yaitu Indonesia.travel. Pada tahun ini penguatan diarahkan pada penguatan event berbasis digital.

Tren Wisata Global Berubah

Dalam kesempatan yang sama, Menpar juga menyebut bahwa ten wisata global mengalami pergeseran. Saat ini kata dia, wisatawan global semakin mengutamakan pengalaman yang personal, berkelanjutan dan bernilai.

Adapun enam tren utama pariwisata yang telah dipetakan antara lain  cultural immersion, eco friendly tourism, nature and adventure tourism, culinary tourism, wellness tourism serta bleisure atau business leuisre.

“Tren tersebut akan membentuk ke arah pengalaman berwisata ke depan maka dari itu perlu diantisipasi dan dikelola secara cermat,” kata dia.

Peran SDM Berkualitas

Dalam rangka mengantisipasi pergeseran trend dan pengembangan sektor pariwisata,  sumber daya manusia juga berperan penting. Disebut Widi, transformasi pariwisata menuju pariwisata berkualitas sangat ditentukan dengan kesiapan sumber daya manusianya.

“Daya saing pariwisata Indonesia ke depan tidak hanya bergantung pada destinasi tapi pada kualitas layanan, pengalaman wisatawan serta kemampuan industry beradaptasi dengan perubahan global,” jelas dia.

Melihat itu, industry pariwisata membutuhkan SDM yang mampu membaca trend, memahami kebutuhan wisatawan dan industry, menguasai teknologi serta memiliki perspektif yang berkelanjutan. Standar keselamatan, dan kualitas layanan dan konsistensi pengalaman kini telah menjadi ekspektasi dasar wisatawan global.

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Pariwisata Tahun Akademik 2026 jalur Seleksi Bersama Masuk (SBM)

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Pariwisata tahun 2026 melalui jalur SMB resmi dibuka. Ketua Panitia Pelaksana Penerimaan Mahasiswa Baru, Heri mengungkap bahwa tahun ini enam Poltekpar di bawah naungan Kementerian Pariwisata (Kemenpar)  yakni Medan, Palembang, Bandung, Bali, Lombok, dan Makassar  membuka total kuota 3.610 mahasiswa baru.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari jumlah tersebut, pemerintah menetapkan 60 persen atau 2.166 kursi dialokasikan melalui jalur SBM. Sementara 40 persen sisanya, yakni 1.444 kursi, tersedia melalui Jalur Seleksi Mandiri Masuk (SMM).

“Pengembangan SDM yang unggul di bidang kepariwisataan harus dilakukan secara terencana baik dari segi input maupun dari segi proses, untuk menghasilkan input yang baik, maka harus dilakukan proses sesuai dengan tahapan demi tahapan yang telah disepakati bersama dalam menentukan calon-calon terbaik yang akan dididik dan menyelesaikan pendidikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Harapannya, mahasiswa yang terpilih mampu menjadi insan yang memiliki kompetensi unggul untuk mengembangkan dunia pariwisata kelak,” kata Heri.