Raja Charles Usir Adiknya Andrew dari Kediaman Windsor Castle Imbas Kasus Epstein
Adik Raja Charles yang juga mantan pangeran Andrew Mountbatten-Windsor dilaporkan telah meninggalkan rumah mewahnya di kawasan kerajaan Windsor pekan lalu. Kepergian Andrew dari rumah mewahnya ini menyusul dengan namanya disebut dalam dokumen Epstein yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS pada Jumat 30 Januari lalu.
Kepergiannya dari Royal Lodge rumah yang telah ia tempati selama puluhan tahun menjadi titik terendah baru dalam hidup mantan pangeran tersebut. Selama bertahun-tahun, ia terus berada di bawah sorotan publik akibat kedekatannya dengan Epstein, sebuah skandal yang turut mencoreng nama besar keluarga kerajaan Inggris.
Mountbatten-Windsor yang kini berusia 65 tahun sebenarnya berharap masih bisa tinggal lebih lama di mansion bergaya Georgia berisi 30 kamar itu, seperti dilaporkan surat kabar The Sun. Namun, ia akhirnya pindah secara diam-diam pada Senin malam pekan lalu dan dibawa ke sebuah pondok di kawasan Sandringham, properti milik Raja Charles yang terletak di Norfolk, Inggris bagian timur.
Kepindahannya ke Norfolk dikonfirmasi oleh sumber kerajaan, yang menyebutkan bahwa Andrew masih mungkin sesekali kembali ke Windsor dalam beberapa minggu ke depan selama masa transisi berlangsung.
“Dengan dirilisnya dokumen Epstein terbaru, menjadi jelas bahwa ini adalah saatnya ia pergi. Kepergian itu sangat memalukan baginya hingga ia memilih melakukannya secara diam-diam pada malam hari,” ujar seorang teman Andrew yang dikutip The Sun.
Sementara itu, kepergian Andrew disebut merupakan keputusan yang dipaksakan oleh Raja Charles. Mengutip laman 9news.co.au, langkah tersebut diambil menyusul kemarahan publik Inggris terhadap pengaturan tempat tinggal Andrew. Pasalnya, ia dinilai masih menikmati berbagai fasilitas dan keuntungan sebagai anggota keluarga kerajaan, meski sudah tidak lagi menjalankan tugas resmi sebagai bangsawan aktif.
Tak hanya itu saja, tekanan terhadap keluarga kerajaan terlihat jelas saat Raja Charles mengunjungi Lancashire, Inggris barat laut beberapa waktu lalu. Meski sebagian besar warga menyambut dengan tepuk tangan, sorakan, dan kibaran bendera Inggris, terdengar satu orang berteriak ke arah Raja Charles dan menanyakan tentang adiknya.
“Sejak kapan Anda tahu soal Andrew?”teriak salah satu orang yang hadir saat itu.
Andrew Mountbatten-Windsor diketahui akan tinggal sementara di Wood Farm Cottage di kawasan Sandrigham milik Raja Charles sambilCottage sambil menunggu rumah permanennya di kawasan tersebut selesai diperbaiki.
Polisi Selidiki Dokumen Epstein Terbaru
Sementara itu berdasarkan laporan BBC.UK, pihak kepolisian tengah menilai kemungkinan membuka penyelidikan terhadap Mountbatten-Windsor atas dugaan penyalahgunaan jabatan publik dan pelanggaran undang-undang rahasia negara.
Kepolisian Thames Valley yang bertugas di wilayah barat London, termasuk Windsor, lokasi kediaman lama Mountbatten-Windsor mulai menelaah kasus ini setelah sejumlah media melaporkan bahwa email-email yang baru terungkap menunjukkan bahwa sang mantan pangeran sempat mengirimkan laporan perjalanannya kepada Epstein. Laporan itu berasal dari tur Asia Tenggara yang ia jalani pada 2010 saat menjabat sebagai utusan Inggris untuk perdagangan internasional.
Sebelumnya, seorang aktivis anti-monarki mengaku telah melaporkan Mountbatten-Windsor atas dugaan penyalahgunaan jabatan publik dan pelanggaran Undang-Undang Rahasia Negara Inggris. Laporan itu didasarkan pada email-email yang termasuk dalam lebih dari 3 juta halaman dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman AS bulan lalu.
“Kami dapat mengonfirmasi bahwa laporan tersebut telah diterima dan saat ini sedang kami telaah sesuai prosedur yang berlaku,” ujar pihak kepolisian dalam pernyataannya.
Sebagai informasi, Andrew Mountbatten-Windsor, putra kedua mendiang Ratu Elizabeth II, telah disingkirkan dari kehidupan publik sejak 2019 setelah dipaksa mundur dari seluruh tugas resmi kerajaan.
Tiga tahun kemudian, ia menyelesaikan gugatan hukum yang diajukan oleh Virginia Giuffre, yang menuduhnya melakukan pelecehan seksual saat ia masih remaja. Meski Andrew selalu membantah tuduhan tersebut, kasus ini kembali mencuat tahun lalu seiring dirilisnya memoar anumerta Giuffre.
Rilis lanjutan dokumen Epstein di Amerika Serikat tahun lalu akhirnya mendorong Raja Charles untuk bertindak tegas. Demi menciptakan pemutusan yang jelas bagi monarki, pada Oktober lalu Charles mencabut gelar pangeran Andrew dan memutuskan ia harus meninggalkan Royal Lodge. Langkah ini disebut sebagai salah satu tindakan paling dramatis terhadap anggota keluarga kerajaan dalam sejarah modern Inggris.
Raja Charles menyatakan bahwa simpati utamanya tertuju kepada para korban kekerasan seksual.