Raih Perunggu Kejuaraan Beregu Asia 2026, Ganda Putra Indonesia Disorot

Kejuaraan Beregu Asia, Leo Rolly Carnando, Bagas Maulana, Raymond Indra, Nikolaus Joaquin, bulu tangkis, Piala Thomas, Raih Perunggu Kejuaraan Beregu Asia 2026, Ganda Putra Indonesia Disorot

Tim putra Indonesia akhirnya harus puas membawa pulang medali perunggu dari Kejuaraan Beregu Asia 2026. Langkah mereka mentok di semifinal. 

Kepastian ini didapatkan usai menelan kekalahan dari Jepang dalam pertandingan semifinal Kejuaraan Beregu Asia 2026 yang berlangsung di Qingdao, China, Sabtu (7/2/2026). 

Indonesia menyerah dengan skor 1-3, meski sempat memimpin duluan lewat kemenangan Mohammad Zaki Ubaidillah atas tunggal putra senior Jepang, Kenta Nishimoto, di partai pertama (22-20, 21-16). 

Namun, tim putra Indonesia gagal mempertahankan momentum di partai-partai berikutnya, terutama ganda putra yang selama ini menjadi kekuatan utama skuad Merah-Putih. 

Performa ganda putra bahkan telah menjadi sorotan dari sebelum laga semifinal. Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin cenderung kurang gereget di lapangan. 

Padahal, kedua pasangan itu paling diharapkan seiring prestasi yang mereka raih di beberapa turnamen terakhir. Leo/Bagas dan Raymond/Joaquin malah melempem di Kejuaraan Beregu Asia 2026. 

Alarm untuk Piala Thomas 2026

Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana adalah juara Thailand Masters 2026. Gelar perdana mereka setelah sekian lama berkutat dengan inkonsistensi di BWF World Tour. 

Sementara itu, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menjadi idola baru para penikmat bulu tangkis Indonesia seiring lonjakan prestasi di turnamen BWF World Tour selama beberapa bulan terakhir. 

Raymond/Joaquin menjuarai Australian Open 2025, kemudian secara beruntun masuk final Indonesia Masters 2026 dan Thailand Masters 2026.

Kejuaraan Beregu Asia, Leo Rolly Carnando, Bagas Maulana, Raymond Indra, Nikolaus Joaquin, bulu tangkis, Piala Thomas, Raih Perunggu Kejuaraan Beregu Asia 2026, Ganda Putra Indonesia Disorot

Ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, bertanding di Kejuaraan Beregu Asia 2026, Kamis (5/2/2026).

Tak mengherankan bila publik berekspektasi lebih kepada Leo/Bagas dan Raymond/Joaquin di Kejuaraan Beregu Asia 2026. Hasilnya justru seringkali mengecewakan. 

Leo/Bagas dua kali gagal menyumbang poin saat menghadapi Malaysia dan Thailand, sementara Raymond/Joaquin kalah melawan Thailand dan Jepang. 

Hasil ini menjadi alarm bagi PBSI menjelang turnamen beregu selanjutnya yang jauh lebih prestisius, yakni Piala Thomas 2026 di Denmark pada 8-15 Mei mendatang. 

Ganda putra Indonesia masih memiliki dua pasangan lain yang secara ranking berada di atas, yakni Fajar Alfian/Muhammad Shobibul Fikri dan Sabar Karyaman Gutama/M. Reza Pahlevi Isfahani. 

Sehingga, ada kemungkinan PBSI mencoret salah satu dari Leo/Bagas atau Raymond/Joaquin berdasarkan performa terakhir di Kejuaraan Beregu Asia 2026.

Raymond/Joaquin Janji Berbenah

Sadar diri kurang maksimal di Kejuaraan Beregu Asia 2026, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin siap berlatih lebih giat lagi untuk membenahi performa.

Satu hal yang dirasa harus mereka perbaiki adalah ketahanan fisik. Mereka agak kedodoran mengimbangi lawan dalam permainan cepat dan adu drive.

"Kami mau minta maaf buat masyarakat Indonesia atas hasil yang tidak sesuai harapan. Saya dan Raymond sudah berusaha maksimal," kata Nikolaus Joaquin dalam keterangan tertulis PBSI.

"Ke depan kami harus terus meningkatkan fisik lagi. Teknik pun juga harus ditambah," timpal Raymond Indra.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang