BATC 2026: Tim Putra Indonesia Kandas di Semifinal, Jepang Menang 3-1
Langkah tim putra Indonesia di Kejuaraan Beregu Asia atau Badminton Asia Team Championships (BATC) 2026 harus terhenti di babak semifinal. Bertanding di Conson Gymnasium, Qingdao, Sabtu, Indonesia kalah dengan skor 1-3 dari Jepang.
Hasil ini sekaligus menyamai nasib tim putri Indonesia yang lebih dulu tersingkir pada fase yang sama. Kekalahan tersebut membuat Indonesia kembali gagal melangkah ke partai puncak ajang beregu Asia.
Kepastian tersingkirnya Indonesia ditentukan pada partai keempat melalui sektor ganda putra. Pasangan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin tak mampu membendung perlawanan Takumi Nomura/Yuichi Shimogami dan harus menyerah dua gim langsung dengan skor 17-21, 15-21.
Secara peringkat, Raymond/Joaquin sebenarnya lebih unggul dengan menempati posisi ke-17 dunia, sementara Nomura/Shimogami berada di peringkat 32. Namun, pengalaman menjadi faktor pembeda utama di laga tersebut.
Nomura dan Shimogami yang masing-masing berusia 28 dan 27 tahun tampil lebih tenang serta efektif dalam mengontrol tempo permainan. Sejak gim pertama, pasangan Jepang langsung menekan lewat permainan cepat yang kerap mengganggu rotasi Raymond/Joaquin. Pertahanan ganda muda Indonesia yang biasanya solid terlihat rapuh menghadapi variasi serangan lawan.
Shimogami, yang memiliki pengalaman bermain di sektor ganda campuran, tampil dominan dalam mengontrol area belakang. Sementara itu, Raymond/Joaquin kerap terlihat terburu-buru dalam menyelesaikan serangan.
Memasuki gim kedua, situasi tak banyak berubah. Upaya Raymond/Joaquin untuk memperlambat tempo justru menjadi bumerang setelah pola permainan mereka terbaca lawan. Pasangan Indonesia kembali tertinggal sejak awal hingga akhirnya kalah 15-21.
Kekalahan di partai keempat tersebut sekaligus menutup peluang Indonesia untuk membalikkan keadaan. Jepang pun memastikan kemenangan 3-1 atas Indonesia.
Satu-satunya poin Indonesia diraih dari tunggal pertama Moh Zaki Ubaidillah. Pebulu tangkis yang akrab disapa Ubed itu tampil impresif saat menundukkan pemain senior Jepang Kenta Nishimoto dengan skor 22-20, 21-16.
Namun, kemenangan Ubed tak cukup mengangkat performa tim secara keseluruhan. Pada partai berikutnya, ganda pertama Muhammad Rian Ardianto/Leo Rolly Carnando gagal memberikan kejutan setelah kalah dari Kakeru Kumagai/Hiroki Nishi dengan skor 16-21, 17-21.
Sementara pada tunggal kedua, Prahdiska Bagas Shujiwo juga belum mampu mengatasi perlawanan Yushi Tanaka dan harus menyerah dengan skor 11-21, 15-21.
Dengan hasil tersebut, partai kelima antara Richie Duta Richardo melawan Yudai Okimoto tidak perlu dimainkan.
Kegagalan mencapai final membuat tim putra Indonesia belum mampu mengakhiri paceklik gelar BATC sejak terakhir kali menjadi juara pada edisi 2020. Pencapaian terbaik Indonesia masih berupa tiga gelar beruntun pada 2016, 2018, dan 2020.
Sebelumnya, tim putri Indonesia juga tersingkir di semifinal BATC 2026 setelah kalah 1-3 dari Korea Selatan. Hasil tersebut mengulang pencapaian BATC 2024, ketika Indonesia terhenti di empat besar usai kalah dari Thailand dengan skor serupa. Prestasi terbaik tim putri Indonesia hingga kini masih gelar juara BATC 2022 setelah menundukkan Korea Selatan 3-1 di final.