Dulu Jadi Lawakan, Jerinx SID Singgung Soal Pandemi Buatan dalam File Epstein

Jerinx SID
Jerinx SID

 Musisi sekaligus drummer Superman Is Dead (SID), I Gede Ari Astina atau yang lebih dikenal dengan nama Jerinx SID, kembali menjadi sorotan publik.  Kali ini, Jerinx menanggapi isu bocornya file Epstein yang ramai diperbincangkan di media sosial dan dikaitkan dengan dugaan simulasi pandemi yang telah direncanakan oleh elite global sejak beberapa tahun lalu.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @true_jrx, Jerinx menyoroti informasi yang menyebut adanya simulasi pandemi yang diduga telah dirancang oleh tokoh filantropi dunia, Bill Gates, sejak tahun 2017. Scroll lebih lanjut yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Jerinx, kabar tersebut bukanlah hal yang mengejutkan baginya, melainkan sebuah pembenaran atas pandangan yang telah lama ia suarakan sejak awal pandemi melanda dunia pada 2020.

Dalam unggahannya, Jerinx mengungkapkan bahwa sejak awal pandemi, ia telah mencoba mengaitkan krisis kesehatan global dengan berbagai kepentingan elite dunia, termasuk yang disebut-sebut dalam file Epstein. 

Namun, saat itu pandangannya justru menuai cibiran dan dianggap sebagai bahan candaan publik.

"Di awal plandemix saya menulis essay terkait korelasi kropid19 dengan Epstein files, diketawain. Bikin video tentang teknologi penciptaan wabah, dijadikan bahan lawakan," tulis Jerinx dalam unggahannya, dikutip Sabtu 7 Februari 2026.

Jerinx juga mengenang bagaimana dirinya kerap mendapat stigma negatif ketika menyampaikan pandangan tersebut. Ia disebut berhalusinasi, tidak memiliki empati terhadap korban pandemi, hingga dikaitkan dengan berbagai istilah psikologis seperti echo chambers dan efek Dunning Kruger. 

Narasi yang ia bangun kala itu dinilai berseberangan dengan arus utama, sehingga sulit diterima oleh sebagian besar masyarakat.

Lebih jauh, Jerinx menyinggung pengalaman pahitnya berurusan dengan hukum. Ia menilai hukuman penjara yang pernah dijalaninya bukan semata-mata konsekuensi hukum, melainkan bagian dari upaya sistematis untuk membungkam suara-suara kritis yang mencoba mengaitkan elite global dengan krisis kesehatan dunia.

Dalam unggahan yang sama, Jerinx turut menyebut beberapa tokoh lain yang menurutnya mengalami nasib serupa akibat menyuarakan pandangan tentang pandemi. Ia menyinggung nama Lois Owien, Rangga Sasana alias Lord Rangga, serta mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari.

"Lois & Rangga dibvnvh. Karakter Dharma dihancurkan. Ibu Siti & saya dipenjara. Kini kebenaran makin menyala," tegasnya.

Sebagai penutup, Jerinx melontarkan refleksi tajam sekaligus sindiran kepada pihak-pihak yang selama ini berseberangan dengannya, termasuk figur publik dan selebritas yang dianggapnya membela narasi global.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kacvng WHO, komika & seleb ibu kota kapan kena karmanya ya? Gak usah kena karma dibvnvh or dibui deh. Minimal otaknya kebuka dikit untuk menerima fakta bahwa bangsa ini masih dijajah oleh entitas asing, bisa?" tutup dia.

Sebelumnya, publik dihebohkan dengan viralnya rilis dokumen pengadilan yang memuat daftar panjang asosiasi Jeffrey Epstein dengan sejumlah tokoh berpengaruh dunia. 

Salah satu dokumen tersebut menyinggung adanya simulasi pandemi yang diklaim telah dirancang sejak tahun 2017, sehingga kembali memicu perdebatan dan spekulasi di tengah masyarakat.