Digitalisasi dan E-Government Disebut Kunci Daya Saing Indonesia
Transformasi digital dinilai menjadi faktor kunci dalam menentukan daya saing Indonesia di tengah perubahan lanskap ekonomi global yang semakin proteksionis.
Hal itu disampaikan Director of the IMD World Competitiveness Center, Profesor Arturo Bris, di World Governments Summit, Dubai, Kamis 5 Februari 2026.
Bris menegaskan bahwa indikator daya saing global kini tidak lagi hanya bertumpu pada kekuatan ekonomi konvensional, tetapi juga pada kemampuan negara beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Director of the IMD World Competitiveness Center, Profesor Arturo Bris
“Teknologi adalah aset global. Semua negara mendapatkan akses yang hampir sama,” ujar Bris dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu 7 Februari 2026.
Menurutnya, transformasi digital kini menjadi fondasi baru dalam pengukuran daya saing negara. IMD bahkan menambahkan digitalisasi sebagai salah satu pilar utama dalam indeks daya saing terbarunya, berdampingan dengan aspek keberlanjutan (sustainability).
“Digital transformation sangat penting, dan sustainability pada dasarnya adalah competitiveness,” katanya.
Ia menjelaskan, kemampuan negara dalam mengadopsi teknologi digital akan sangat menentukan efisiensi sektor publik maupun swasta. Karena itu, strategi digital tidak selalu harus diwujudkan dalam ambisi membangun raksasa teknologi global.
Bris menilai Indonesia tidak perlu memaksakan diri meniru model negara yang berfokus menjadi pusat teknologi dunia.
“Ekonomi Indonesia lebih bertumpu pada industri dan jasa. Prioritasnya justru e-government dan digitalisasi perusahaan,” ujarnya.
Fokus pada digitalisasi birokrasi dan sektor usaha dinilai lebih realistis serta relevan dengan struktur ekonomi nasional. Langkah tersebut juga dinilai mampu meningkatkan efisiensi layanan publik sekaligus memperkuat daya saing industri domestik.
Selain digitalisasi, IMD juga menyoroti pentingnya pembangunan berkelanjutan yang kini berjalan beriringan dengan transformasi teknologi. Melalui pengenalan Sustainable Trade Index, IMD melihat bahwa integrasi antara digitalisasi dan sustainability dapat memperkuat posisi kompetitif Indonesia di tingkat global.
Dalam konteks persaingan dunia yang semakin terfragmentasi, Bris menekankan bahwa negara tidak bisa lagi hanya mengandalkan globalisasi, melainkan harus memperkuat fondasi domestik, termasuk melalui akselerasi transformasi digital.