Teknologi Baterai EV dan BESS CATL Bakal Masuk Indonesia, Pabrik Dibangun di Karawang
Produsen baterai kendaraan listrik asal China, Contemporary Amperex Technology Limited (CATL), dikabarkan bakal membangun pabrik di Karawang, Jawa Barat.
Fasilitas yang dikembangkan melalui perusahaan patungan PT Contemporary Battery Indonesia (CBL Indonesia) tersebut dirancang untuk menangani proses manufaktur baterai dari tahap awal hingga produk siap pakai.
Selain baterai kendaraan listrik, pabrik ini juga akan memproduksi battery energy storage system (BESS).
Direktur Utama CBL Indonesia, Wu Zhihui, menyatakan fasilitas di Karawang akan menjadi bagian dari rantai produksi global CATL, sekaligus mendukung penguatan industri teknologi baterai di Indonesia.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin membangun rantai pasok baterai terintegrasi di Indonesia, dari manufaktur hingga daur ulang,” ujar Wu dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Senin 2 Februari 2026 lalu.
Selain fokus pada manufaktur, CATL juga disebut akan membawa teknologi daur ulang baterai melalui anak usahanya, Brunp Recycling. Teknologi ini diklaim mampu mencapai tingkat pemulihan material hingga 99,6 persen, sehingga mendukung pengembangan industri baterai berbasis ekonomi sirkular.
Wu menegaskan, pendekatan teknologi daur ulang menjadi bagian penting dalam pengembangan industri baterai modern yang berkelanjutan. Menurutnya, baterai bekas diposisikan sebagai sumber material bernilai tinggi, bukan limbah industri.
“Bagi kami, baterai bekas bukan limbah, melainkan sumber daya baru. Teknologi daur ulang menjadi kunci agar industri baterai berkembang secara berkelanjutan dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Wu menyebut, CATL saat ini menguasai sekitar 38 persen pangsa pasar global dengan kapasitas produksi mencapai ratusan gigawatt hour.
Pengembangan fasilitas baterai di Indonesia juga melibatkan kerja sama dengan ekosistem industri nasional, termasuk dukungan pemerintah dan perusahaan dalam negeri, guna memastikan ketersediaan bahan baku serta kesinambungan rantai pasok teknologi baterai.
Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong percepatan pengembangan teknologi kendaraan listrik, memperkuat daya saing industri baterai nasional, serta menempatkan Indonesia sebagai salah satu hub teknologi baterai di kawasan.