Top 60+ Seconds to Seoul, Cara Menikmati Street Food Korea di Indonesia

60 Seconds to Seoul, 60 Seconds to Seoul, Cara Menikmati Street Food Korea di Indonesia

Bagi penggemar musik dan budaya Korea Selatan, sederet nama hidangan seperti kimchi sampai tteokbokki pastilah tidak asing di telinga.

Selama enam bulan ke depan, aneka jajanan khas Korea Selatan tersebut bisa dinikmati di 160 hotel jaringan Archipelago International di Indonesia.

"Kami membuat produk dengan kemasan dan rasa seperti di Korea Selatan, tapi bisa dinikmati oleh semua orang. Awal idenya dari sini," kata Corporate Executive Chef at Archipelago International, Windoe Santoso, ketika ditemui media dalam peluncuran "60 Seconds to Seoul" di Aston Serang, Sabtu (31/1/2026).

60 Seconds to Seoul, 60 Seconds to Seoul, Cara Menikmati Street Food Korea di Indonesia

Mulai 5 Januari 2026, 160 hotel Archipelago International di Indonesia, meliputi Aston, Alana, Harper, Neo, dan fave, secara serentak menjual 14 makanan dan minuman khas Korea Selatan selama enam bulan ke depan.

Gocujang alias pasta cabai Korea menjadi andalan Chef Windoe dalam meracik delapan makanan, yakni Tteokbokki, Korean Cheese Burger, Gangnam Hot Chicken, Soko Fish Tacos, Kimchi Fried Rice, Korean Street Cart Fries, Seoul Chicken Burger, dan Cheongju Chicken.

Menurut Chef Windoe, bumbu fermentasi seperti gocujang menjadi rahasia kelezatan jajanan kaki lima Korea Selatan.

Saus pedas fermentasi yang diperkirakan sudah dipakai sejak abad ke-16 ini umum dipadukan dengan sayuran, daging, sampai gorengan.

Tanpa impor bahan apa pun dari negara asalnya, tim Archipelago International mengaku menggunakan gocujang dan aneka bahan makanan Korea Selatan dari produk yang telah ada di Indonesia.

60 Seconds to Seoul, 60 Seconds to Seoul, Cara Menikmati Street Food Korea di Indonesia

Mulai 5 Januari 2026, 160 hotel Archipelago International di Indonesia, meliputi Aston, Alana, Harper, Neo, dan fave, secara serentak menjual 14 makanan dan minuman khas Korea Selatan selama enam bulan ke depan.

"Kami menyesuaikan market Indonesia. Jadi lebih ada creamy, kemudian asamnya juga enggak terlalu kuat, tapi semuanya bisa dinikmati," ujar Corporate Food and Beverage Manager Archipelago International, Denny Wasana.

Lebih lanjut, Denny mengatakan, masih ada dua pilihan makanan penutup (dessert) dan empat varian minuman segar dalam rangkaian menu “60 Seconds to Seoul” ini.

Tersedia dessert khas Korea Selatan, yakni Jeju Mocha Puffs dan Baesuk Pear, serta empat minuman segar berupa Sparkling Yuzu Honey, Shikyee Fizz, Maesil Mojito, dan Omija Cooler.

60 Seconds to Seoul, 60 Seconds to Seoul, Cara Menikmati Street Food Korea di Indonesia

Mulai 5 Januari 2026, 160 hotel Archipelago International di Indonesia, meliputi Aston, Alana, Harper, Neo, dan fave, secara serentak menjual 14 makanan dan minuman khas Korea Selatan selama enam bulan ke depan.

Corporate Pastry Chef Archipelago International, Risman Sukmawan, mengatakan bahwa dua dessert tersebut sengaja dipilih karena mudah menjangkau segmen pasar menengah hingga atas.

Mengingat seluruh menu street food Korea Selatan ini tersebar di hotel bintang dua hingga empat.

Salah satu sajian penutup yang dipilih Chef Risman adalah Baesuk Pear. Berbeda dengan varian dari Perancis, hidangan pir kukus manis ini dimasak dengan tambahan herba sehingga baik untuk kesehatan.

"Poached pear Korea ini sangat bagus, menggunakan herbal yang baik untuk badan kita. Kalau misalnya masuk angin, batuk. Nah, itu bagus sekali. Kemanisannya juga enggak terlalu sweet, sangat light," jelas Chef Risman.

Adapun empat sajian minuman pelengkap street food Korea Selatan ini menggunakan soda sebagai bahan dasar, lalu dicampur buah beri, yuzu, dan sikhye sebagai pembeda.


Sikhye merupakan minuman tradisional Korea dari fermentasi nasi dan barley yang bercita rasa manis.

Program 60 Seconds to Seoul di Archipelago International

60 Seconds to Seoul, 60 Seconds to Seoul, Cara Menikmati Street Food Korea di Indonesia

Mulai 5 Januari 2026, 160 hotel Archipelago International di Indonesia, meliputi Aston, Alana, Harper, Neo, dan fave, secara serentak menjual 14 makanan dan minuman khas Korea Selatan selama enam bulan ke depan.

Istilah 60 Seconds to Seoul sengaja dipilih untuk menggambarkan kemudahan menikmati makanan khas Korea Selatan, tanpa perlu bepergian jauh ke ibu kota negara tersebut di Seoul.

Mulai 5 Januari 2026, 160 hotel Archipelago International di Indonesia, meliputi Aston, Alana, Harper, Neo, dan fave, secara serentak menjual 14 makanan dan minuman khas Korea Selatan selama enam bulan ke depan.

Harga makanan Korea Selatan ini bisa jadi berbeda-beda di setiap hotel. Berkisar mulai Rp 38.000.

60 Seconds to Seoul, 60 Seconds to Seoul, Cara Menikmati Street Food Korea di Indonesia

Mulai 5 Januari 2026, 160 hotel Archipelago International di Indonesia, meliputi Aston, Alana, Harper, Neo, dan fave, secara serentak menjual 14 makanan dan minuman khas Korea Selatan selama enam bulan ke depan.

"Inisiatif ini merupakan bagian dari Archipelago Global Flavours Series dan akan berganti setiap enam bulan dengan menampilkan ragam street food bercita rasa khas dari berbagai negara," kata CEO Archipelago, John Flood.

Seluruh menu “60 Seconds to Seoul” dapat dipesan bagi tamu hotel saat berada di poolside maupun kamar masing-masing.

Beragam street food Korea ini juga bisa didapatkan melalui layanan pesan GoFood dan GrabFood sehingga dapat dinikmati dengan mudah oleh masyarakat umum.

Denny mengatakan, hingga akhir Januari 2026, sekitar 13.000 item street food Korea Selatan ini terjual dari seluruh hotel di bawah naungan Archipelago International.

Tingginya penjualan menu Korea di hotel ini juga dibarengi dengan promosi unik yang melibatkan para penggemar budaya Korea Selatan.

Menurut dia, tiap-tiap hotel melakukan promosi dengan cara berbeda. Sebagian di antaranya memanfaatkan jaringan komunitas penggemar K-Pop dengan menggelar aktivitas menarik berupa dance challenge hingga karaoke yang identik dengan budaya musik Korea Selatan.

"Jadi bukan hanya dari hotel dan juga orang-orang di sekitarnya, tapi bagaimana mereka mempresentasikan korean food ini dalam promosi dengan segala bentuk atau channel yang ada," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang