Bisa Jadi Safe Haven, Ini Alasan Investasi Perak Dinilai Menjanjikan dan Risikonya

Perak, Bisa Jadi Safe Haven, Ini Alasan Investasi Perak Dinilai Menjanjikan dan Risikonya

Harga emas menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa hari terakhir sejak awal 2026. Bahkan, harganya sudah mencapai Rp 3 juta per gram.

Kondisi tersebut mendorong sebagian orang mencari alternatif investasi selain emas untuk menjaga nilai aset jangka panjang.

Perak mulai dilirik sebagai pilihan investasi masa depan karena dinilai memiliki potensi keuntungan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Namun, sebelum berinvestasi perak, masyarakat perlu memahami karakter pergerakan harga serta risiko yang menyertainya agar keputusan investasi lebih matang.

Alasan Perak Bisa Jadi Investasi Masa Depan

Pakar investasi Universitas Gadjah Mada Bowo Setiyono, Ph.D mengatakan, perak secara umum dapat menjadi alternatif instrumen investasi. 

Perak memiliki karakter seperti safe haven mirip emas, terutama saat ketidakpastian meningkat. 

Hal ini dikarenakan perak secara historis lebih volatil dibanding emas lantaran posisinya di bawah emas sebagai logam mulia.

"Perak diakui sebagai aset penyimpan nilai, bahkan sering disebut 'the poor man’s gold' dan berperan sebagai safe haven saat ketidakpastian ekonomi-politik meningkat," ujar Bowo saat dihubungi Kompas.com, Selasa (3/2/2026).

Bowo juga menilai, permintaan industri yang tinggi, supply deficit, dan fluktuasi nilai tukar menjadikan perak tetap diminati investor global.

Ketidakpastian geopolitik dan isu independensi bank sentral juga memperkuat permintaan perak sebagai aset lindung nilai.

Bowo menambahkan, perak menjadi instrumen investasi yang cukup menjanjikan karena siap menanggung volatilitas. 

Hal ini dilihat dari struktur pasar menunjukkan defisit pasokan bertahun-tahun sehingga tekanan harga cenderung naik jangka panjang,

Di sisi lain, perak mempunyai fundamental permintaan kuat, terutama penggunaan industri (panel surya, elektronik, EV) yang terus meningkat.

Saat emas naik, perak biasanya mengikuti, bahkan sering kali naik secara persentase lebih tinggi.

"So, perak itu cukup menjanjikan bagi investor yang agresif atau moderat. Nah, jika dipakai sebagai alat diversifikasi aset, perak bisa menjadi salah satu aset tambahan dalam portofolio investasi," jelas Bowo.

Risiko Investasi Perak

Meski perak cukup menjanjikan, Bowo memberikan beberapa catatan bagi orang yang ingin berinvestasi pada instrumen ini.

Pertama, perak kurang pas atau ideal bagi investor yang ingin stabilitas tinggi. 

Kedua, pergerakan harga perak cenderung tidak stabil. Ia mencontohkan, harga perak sempat meroket lebih dari 26 persen dalam tiga minggu pertama tahun 2026.

Kenaikan tersebut terjadi setelah harga perak melesat 150 persen sepanjang 2025.

"Perak mencetak performa historis, naik lebih dari 140 persen hingga menembus harga 90 dollar AS lebih pada akhir tahun," jelas Bowo.

"Pada awal 2026, perak terus naik hingga menyentuh 84–95 dollar AS tergantung pasar dan momentum geopolitik. Valuasi perak di awal 2026 mulai dianggap mahal dan berisiko koreksi oleh pasar," sambungnya.

Menurut Bowo, kondisi tersebut menunjukkan potensi cuan besar, tetapi juga volatilitas tinggi. 

Perak relatif tidak stabil, tetapi instrumen ini cenderung lebih liar dibanding emas dengan kenaikan besar namun fluktuasi tinggi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang