Mengintip Tren Kecantikan di Indonesia Timur, Sorong Diam-diam Jadi Kota Beauty Baru

Ilustrasi menggunakan skincare
Ilustrasi menggunakan skincare

 Industri kecantikan di Indonesia Timur menunjukkan pertumbuhan yang semakin nyata dalam beberapa tahun terakhir. Wilayah yang sebelumnya kerap dipandang sebagai pasar sekunder, kini justru memperlihatkan dinamika konsumsi yang aktif, beragam, dan semakin matang. Papua, khususnya Sorong, menjadi salah satu contoh bagaimana minat terhadap produk kecantikan terus berkembang seiring meningkatnya literasi konsumen.

Sepanjang 2025, Sorong tercatat sebagai salah satu dari lima kota di Indonesia Timur dengan kontribusi penjualan produk kecantikan terbesar, bersama Jayapura, Ambon, Ternate, dan Mimika. Capaian ini mencerminkan perubahan perilaku masyarakat yang semakin peduli terhadap perawatan diri, keamanan produk, serta kecocokan dengan kondisi kulit dan iklim setempat. Scroll untuk info lengkapnya, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tren tersebut turut dipengaruhi oleh kemudahan akses terhadap informasi kecantikan melalui media digital dan media sosial. Konsumen di Indonesia Timur kini tidak hanya mengikuti tren nasional, tetapi juga mulai membangun preferensi sendiri, terutama pada produk skincare yang fungsional dan parfum sebagai bentuk ekspresi personal.

Menjawab kebutuhan tersebut, ekosistem belanja kecantikan di wilayah timur Indonesia mulai berkembang ke arah yang lebih terintegrasi. Kehadiran konsep omnichannel memungkinkan konsumen mengombinasikan pengalaman belanja offline dengan kemudahan digital, mulai dari pencarian informasi produk hingga pemilihan yang lebih tepat sasaran. Pendekatan ini dinilai relevan di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya produk yang aman dan terdaftar BPOM.

Selain skincare, kategori parfum menunjukkan tren peningkatan yang signifikan di Indonesia Timur. Parfum menjadi kategori pembelian terbesar kedua setelah perawatan kulit, menandakan pergeseran cara pandang masyarakat terhadap wewangian sebagai bagian dari identitas dan gaya hidup. Minat terhadap parfum lokal juga terus tumbuh, seiring meningkatnya kepercayaan terhadap kualitas produk dalam negeri.

Aspek edukasi turut memainkan peran penting dalam perkembangan tren kecantikan di kawasan ini. Kehadiran beauty advisor dengan pendekatan personal membantu konsumen memahami kebutuhan kulit yang beragam, terutama di wilayah dengan karakter cuaca dan lingkungan yang berbeda dari daerah lain di Indonesia. Edukasi ini mendorong konsumen untuk lebih selektif dan bertanggung jawab dalam memilih produk.

Christopher Madiam, Co-founder & CEO Social Bella, melihat Papua sebagai wilayah dengan potensi besar dalam ekosistem kecantikan nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pembukaan toko pertama Sociolla di Sorong merupakan bagian dari visi kami untuk memperluas akses kecantikan yang aman dan tepercaya hingga ke Indonesia Timur. Kami melihat Sorong dan Papua memiliki potensi yang besar, dengan komunitas beauty enthusiast yang terus berkembang,” ujar Christopher dalam keterangannya, dikutip Selasa 3 Februari 2026. 

Lebih jauh, berkembangnya industri kecantikan di Indonesia Timur juga berdampak pada aspek sosial dan ekonomi. Pembukaan gerai kecantikan turut membuka lapangan kerja baru dan memberi ruang bagi talenta lokal untuk berkembang, sekaligus memperkuat ekosistem industri yang lebih inklusif.