Dokumen Email Epstein–Bill Gates 2017 Terungkap, Bahas Simulasi Pandemi hingga Senjata Neuroteknologi
Perilisan dokumen terbaru Jeffrey Epstein oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) pada Jumat 30 Januari 2026 lalu terus menyita perhatian publik dunia. Salah satu yang menarik perhatian publik adalah email antara Epstein dengan pendiri Microsoft, Bill Gates.
Salah satu email tertanggal 3 Maret 2017 lalu antara Bill Gates dan Jeffrey Epstein mengungkap sejumlah isu krusial mulai dari simulasi pandemi hingga senjata neuroteknologi yang berkaitan dengan keamanan nasional. Isu telah dibahas jauh-jauh hari atau sekitar tiga tahun sebelum pandemi virus corona melanda dunia pada 2020 lalu.
Rangkaian email tertanggal 3 Maret 2017 tersebut memperlihatkan detail teknis kolaborasi antara Jeffrey Epstein dengan Bill Gates beserta timnya. Lantas seperti apa isi email lengkapnya? Melansir situs media Turki, Herberler, Selasa 3 Februari 2026 berikut ini rangkumannya.
Proyek “BGC3” dan Lima Isu Penting
Dalam email dengan subjek “bgc3 deliveries and scope”, Epstein tampak mengajukan sejumlah gagasan yang cakupannya luas, mulai dari keamanan nasional hingga sektor kesehatan. Surat tersebut ditujukan langsung kepada Gates dengan sapaan “Bill” dan menyebutkan bahwa tengah dilakukan penggarapan terhadap lima topik utama berikut:
- Simulasi Pandemi
Penyusunan spesifikasi teknis serta rekomendasi pemantauan terhadap berbagai jenis virus penyebab pandemi. - Senjata Neuroteknologi
Penyusunan dokumen kajian (white paper) tentang teknologi saraf yang berpotensi digunakan sebagai “senjata” dalam bidang intelijen dan pertahanan nasional. - Data Kesehatan Digital
Pengembangan sistem digital berbasis zero-knowledge proof untuk mempermudah akses terhadap data kesehatan pribadi sekaligus menjamin keamanannya. - Penyakit Kronis dan Ilmu Otak
Pemberian rekomendasi neuroteknologi untuk penanganan penyakit degeneratif dan kronis. - Ekonomi Kesehatan
Penyusunan laporan komprehensif mengenai pengeluaran masyarakat Amerika Serikat di bidang kesehatan.
Teknologi Masa Depan Ada di Meja Epstein
Berdasarkan dokumen tersebut, Epstein menyebutkan bahwa setelah bertemu dengan Gates, ia bekerja bersama dengan sekelompok pakar yang mencakup nama-nama seperti Rodger, Mark, Chris, Trevor, dan Geoff untuk menindaklanjuti hasil dari proyek-proyek tersebut. Di akhir korespondensi, Epstein menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan dan menegaskan bahwa dirinya siap membantu dengan cara apa pun.
Kebocoran dokumen ini kembali memantik berbagai teori konspirasi dan perdebatan etika. Muncul dugaan bahwa wacana pandemi dan bioteknologi yang mengguncang agenda global, terutama setelah 2020, sebenarnya telah dirancang jauh sebelumnya, di bawah bayang-bayang tokoh-tokoh kontroversial seperti Jeffrey Epstein.