Adnan/Indah Juara Thailand Masters, Prospek Cerah Ganda Campuran Indonesia
Ganda campuran Indonesia, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, meraih gelar juara Thailand Masters 2026, Minggu (1/2/2026).
Berjumpa rekan senegara di final Thailand Masters 2026, Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti, Adnan/Indah menang dengan skor 18-21, 21-19, 21-17.
Inilah gelar BWF World Tour level Super 300 pertama Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil sejak dipasangkan setahun lalu.
Sebelumnya, pencapaian terbaik Adnan/Indah adalah menjuarai Vietnam Open 2025 (Super 100) dan melangkah ke semifinal Hong Kong Open 2025 (Super 500).
Sebuah titik terang untuk sektor ganda campuran Indonesia yang belakangan kerap kesulitan bersaing dengan China, Korea Selatan, Malaysia, dan Thailand.
Adnan Maulana yang sempat berada di bawah bayang-bayang rekan seangkatan seperti Rehan Naufal Kusharjanto dan Rinov Rivaldy mulai merangsek masuk jajaran elite.
Peningkatan performa Adnan bareng Indah Cahya Sari Jamil secara perlahan melambungkan posisi mereka di tabel ranking dunia BWF.
Masuk Top 20 Ranking Dunia BWF
Sebelum Thailand Masters 2026, Adnan/Indah menduduki ranking 21. Posisi tertinggi keempat di kalangan ganda campuran Indonesia.
Mereka mengekor Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu (ranking 10), Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja (14) dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah (18).
Ganda campuran Indonesia, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, berpose bareng rekan senegara, Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti, usai menjuarai Thailand Masters 2026, Minggu (1/2/2026).
Tambahan poin yang cukup signifikan dari gelar juara level Super 300 kemungkinan besar membuat Adnan/Indah masuk Top 20 ganda campuran awal pekan nanti.
Penuntasan Rasa Penasaran Adnan/Indah
Sukses menjuarai Thailand Masters 2026, Adnan/Indah merasa lega. Mereka akhirnya tidak lagi penasaran terhadap rasanya naik podium tertinggi BWF World Tour.
"Alhamdulillah bisa juara di sini. Pengalaman yang kemarin-kemarin kami dapatkan selama pertandingan akhirnya terbalaskan," kata Indah dalam keterangan tertulis yang dirilis PBSI.
"Bobby/Melati startnya cukup bagus, kami tertinggal terus. Beruntung kami bisa mengambil alih ritmenya dengan tenang dan membalikkan keadaan," jelasnya.
"Kunci kemenangan kami adalah keyakinan. Gelar ini kami persembahkan untuk pelatih, keluarga, dan yang pasti untuk diri sendiri," timpal Adnan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang