Legenda Indonesia Bongkar Cara Jitu Kalahkan Ganda Putra Nomor 1 Dunia Kim/Seo

Christian Hadinata, Fajar Alfian, Legenda Indonesia Bongkar Cara Jitu Kalahkan Ganda Putra Nomor 1 Dunia Kim/Seo

Legenda bulu tangkis Indonesia, Christian Hadinata, memiliki masukan penting untuk meningkatkan prestasi atlet ganda putra Tanah Air di kancah internasional. 

Koh Kris, sapaan akrab Christian Hadinata, terus mengikuti perkembangan ganda putra Indonesia yang bersaing di level BWF World Tour. Dia juga kerap memberi saran dan masukan di PBSI. 

Fenomena yang sedang terjadi di sektor ganda putra belakangan ini adalah dominasi pasangan asal Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae. Mereka total meraih 11 gelar sepanjang 2025.

Puncaknya adalah keberhasilan menjuarai BWF World Tour Finals 2025, Desember lalu. Mereka bahkan mengawali musim baru dengan prima ketika mengunci gelar Malaysia Open 2026 yang berlabel BWF World Tour level Super 1000.

Sebuah pencapaian yang menghebohkan. Kim/Seo dikenal memiliki pukulan mematikan serta pertahanan kuat, sehingga menyulitkan ganda Indonesia untuk mengalahkan mereka.

Satu pasangan yang paling sering berjumpa dengan Kim/Seo yaitu Fajar Alfian/Muhammad Shobibul Fikri. Rekornya adalah sekali menang dan tiga kali kalah dari empat pertemuan di 2025.

Saran Christian Hadinata buat Fajar/Fikri

Mirisnya, satu kemenangan didapat Fajar/Fikri saat bertemu pertama kali di perempat final China Open 2025. Mereka menang dua game langsung dengan skor 21-19, 21-14.

Christian Hadinata, Fajar Alfian, Legenda Indonesia Bongkar Cara Jitu Kalahkan Ganda Putra Nomor 1 Dunia Kim/Seo

Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri

Setelahnya, Fajar/Fikri menelan tiga kekalahan beruntun yang semuanya terjadi di partai final, yakni China Masters 2025 (13-21, 17-21), Korea Open 2025 (16-21, 21-23), dan French Open 2025 (21-10, 13-21, 12-21).

Christian Hadinata menilai Kim/Seo bukannya tidak bisa dikalahkan. Dia meminta Fajar/Fikri untuk membenahi satu hal yang nantinya bisa menjadi senjata mematikan. 

"Fajar dan Fikri sama-sama berposisi pemain depan, sehingga pukulan smes mereka kerap dibilang kurang bertenaga," kata Koh Kris saat berbincang santai dengan Kompas.com di Pelatnas PBSI, Cipayung, Rabu (28/1/2026). 

"Tapi, smes kencang juga tidak menjamin poin kalau arahnya gampang ditebak. Yang paling penting bukan itu," ucap mantan ganda putra nomor 1 dunia era 1980-an tersebut. 

Fajar/Fikri Bisa Runtuhkan Dominasi Kim/Seo

Koh Kris meminta Fajar/Fikri meningkatkan kualitas pukulan dan kejelian membaca titik lemah lawan, khususnya Kim/Seo. Dia yakin cara ini ampuh untuk mendulang poin di atas lapangan. 

"Dari pengalaman saya, smes kencang tidak selalu mematikan. Kuncinya adalah akurasi, sehingga lawan kesulitan untuk mengembalikan bola." 

"Cari tahu kebiasaan lawan. Pelajari lalu ambil keuntungan dari situ. Pukulan yang presisi bisa jadi senjata mematikan bagi Fajar/Fikri," tandas Christian Hadinata.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang