Ekspansi dan Renovasi Aset, Indonesia Paradise Property Anggarkan Capex Rp 400 Miliar

PT Indonesia Paradise Property Tbk (INPP)
PT Indonesia Paradise Property Tbk (INPP)

 Emiten properti PT Indonesia Paradise Property Tbk (INPP), mencanangkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sebesar Rp 400 miliar di tahun 2026.

Presiden Direktur INPP, Anthony P. Susilo mengatakan, capex ini akan difokuskan untuk ekspansi aset dan renovasi properti eksisting. 

Dia merinci, distribusi capex tahun 2026 antara lain mencakup 78 persen untuk ekspansi, dan 22 persen untuk operasional. Pendanaan ini akan berasal dari kombinasi 70 persen kredit dan 30 persen dana internal. 

"Penggunaan capex sekitar 10 persen untuk perhotelan, 69 persen untuk komersial, dan 21 persen penjualan properti," kata Anthony dalam keterangannya, Jumat, 30 Januari 2026.

Ilustrasi apartemen di Depok

Dia mengatakan, peningkatan kualitas aset menjadi prioritas utama tahun depan. Salah satu proyek/aset yang digenjot penyelesaiannya adalah pembangunan mall 23 Semarang, dan pembangunan proyek 88 Plaza di Balikpapan.

Dengan mengintensifkan aset dan penyelesaian beberapa proyek yang sedang berjalan, diharapkan recurring revenue sebesar 76 persen dari total pendapatan tahun depan. Untuk pendapatan usaha ditargetkan tumbuh 5-10 persen  di tahun 2026.

“Di 2026 akan improvement dan ini menjadi prioritas kami, di mana kita akan mengintensifkan capex untuk aset,” ujar Anthony.

Sementara Direktur INPP, Surina menambahkan, tahun 2025 menjadi pencapaian tertinggi sejak perusahaan berdiri, dengan pendapatan mencapai Rp 1,3 triliun dan laba tahun berjalan telah tercermin sejak September.

Dengan demikian secara full year dipastikan kinerja keuangan akan jauh lebih tinggi dari target yang ditetapkan.

“Kita capai pendapatan tertinggi semenjak Paradise berdiri, yang kami targetkan malah mengejutkan dan tumbuh double digit,” kata Surina. 

Dia memperkirakan, kontributor utama kinerja di tahun 2026 akan ditopang oleh segmen komersial dan perhotelan masing-masing sebesar 38 persen.

"Sementara untuk penjualan properti diperkirakan akan memberikan kontribusi terhadap kinerja keuangan sebesar 24 persen," ujarnya.