Dampak Banjir Karawang: 1.928 Hektare Sawah dan 9.054 Hektare Tambak Terendam
Banjir yang melanda Kabupaten Karawang, Jawa Barat, tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga memberikan dampak besar terhadap sektor pertanian dan perikanan.
Ribuan hektare sawah dan tambak dilaporkan terendam air akibat meluapnya sejumlah sungai, terutama Sungai Citarum dan Sungai Cibeet. Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat Karawang dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional.
Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang, Asep Aang Rahmatullah, menyampaikan bahwa jumlah wilayah terdampak banjir terus mengalami penurunan seiring dengan tidak turunnya hujan dalam beberapa hari terakhir.
“Tercatat ada 13 kecamatan terdampak. Alhamdulillah, hingga sore ini tinggal 6 kecamatan. Jumlah desa juga turun dari 30 desa menjadi 17 desa, dengan total warga terdampak kurang lebih 14.600 jiwa,” ujar Asep Aang, Selasa (20/1/2026).
Bagaimana kondisi wilayah terdampak banjir saat ini?
Meski genangan air mulai surut di sejumlah wilayah, dampak banjir masih dirasakan cukup berat, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan perikanan.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Karawang, sebelumnya banjir telah merendam ribuan rumah warga di puluhan desa.
Wakil Bupati Karawang Maslani mengatakan, banjir telah berlangsung selama beberapa hari dan meluas akibat meluapnya Sungai Citarum dan Cibeet, serta sejumlah sungai lain di wilayah tersebut.
“Banjir di Karawang sudah berlangsung sejak beberapa hari dan kini daerah yang terdampak semakin meluas, karena meluapnya air Sungai Citarum dan Cibeet, serta sungai lainnya,” kata Maslani di Karawang, Senin.
Seberapa besar dampak banjir terhadap sektor pertanian?
Asep Aang menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu yang paling terdampak. Sawah-sawah produktif yang sebelumnya diharapkan menopang ketahanan pangan justru terendam banjir dalam skala luas.
“Ini tentu menjadi musibah bagi sektor pertanian. Tercatat sekitar 1.928 hektare lahan pertanian terdampak banjir. Padahal sebelumnya Bupati Karawang baru saja menerima penghargaan terkait swasembada pangan,” katanya.
Genangan air yang berlangsung cukup lama dikhawatirkan akan merusak tanaman padi, menurunkan produktivitas, hingga berpotensi menyebabkan gagal panen di sejumlah wilayah.
Bagaimana kondisi tambak dan sektor perikanan?
Selain lahan sawah, banjir juga berdampak signifikan pada sektor perikanan. Area tambak milik warga dilaporkan ikut terendam dengan luasan yang cukup besar.
“Bukan hanya sawah, tambak-tambak milik masyarakat juga terdampak cukup luas. Ini yang sedang kami lakukan pendataan dan penanganan secara bertahap,” ujar Asep Aang.
Berdasarkan data sementara, luas tambak yang terdampak banjir mencapai sekitar 9.054 hektare.
Kondisi ini berpotensi menyebabkan kerugian ekonomi yang besar bagi para petambak, terutama yang membudidayakan ikan, udang, dan komoditas perikanan lainnya.
Langkah apa yang dilakukan pemerintah daerah?
Pemerintah Kabupaten Karawang telah menetapkan status tanggap darurat melalui BPBD dan Dinas Pertanian.
Sejumlah langkah penanganan dan pemulihan langsung dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak.
“Seluruh OPD terlibat aktif, tidak hanya BPBD. Penanganan ini adalah tanggung jawab bersama. Kami juga dibantu Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan masyarakat di lapangan,” kata Asep Aang.
Pemerintah daerah juga berkolaborasi dengan kelompok tani (Gapoktan) untuk mendata kerusakan dan menyiapkan langkah pemulihan pascabanjir.
Terkait perlindungan lahan pertanian dan tambak, Asep Aang menjelaskan bahwa sebagian lahan sudah tercover asuransi pertanian, meski belum seluruhnya.
Untuk lahan yang telah diasuransikan, mekanisme klaim telah tersedia. Sementara itu, untuk kebutuhan lanjutan seperti pengadaan bibit dan benih, pemerintah daerah akan mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah pusat maupun provinsi.
“Untuk kebutuhan darurat, kami lakukan melalui pergeseran anggaran,” ujarnya.
Saat ini, Pemkab Karawang terus melakukan monitoring pascabanjir, termasuk melibatkan petugas Pemadam Kebakaran untuk membantu pembersihan wilayah terdampak. Asep Aang juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar aliran sungai, agar tetap waspada.
“Kami minta masyarakat tetap siaga, mematuhi ketentuan evakuasi, dan mengutamakan keselamatan. Kejadian ini juga menjadi bahan evaluasi ke depan agar penanganan bencana bisa lebih baik,” katanya.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Banjir di Kabupaten Karawang Turut Merendam Ribuan Hektare Sawah dan Tambak Ikan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang