Banjir Rob: Penyebab, Dampak, dan Langkah Mitigasinya
Banjir rob adalah banjir akibat masuknya air laut ke daratan saat permukaan air laut naik, khususnya pada periode pasang maksimum.
Fenomena banjir rob sering kali terjadi di wilayah pesisir, terutama daerah yang memiliki permukaan tanah rendah.
Penting bagi masyarakat, terutama yang tinggal di pesisir, untuk memahami dampak serta cara mitigasi terbaik untuk menangani banjir rob.
Berikut ini informasi singkat mengenai penyebab dan dampak banjir rob, serta mitigasi yang bisa dilakukan untuk mencegahnya.
Penyebab banjir rob
Banjir rob atau air laut yang mencapai daratan bisa disebabkan oleh faktor alam dan diperparah aktivitas manusia di wilayah pesisir.
Berbeda dengan banjir yang terjadi akibat hujan deras atau luapan sungai, banjir rob dipicu oleh gravitasi bulan dan perubahan iklim.
Pasang laut terjadi akibat gravitasi bulan dan matahari dan kenaikan permukaan air laut sebagai dampak dari perubahan iklim.
Selain faktor alam, aktivitas manusia seperti pengambilan air tanah berlebihan dan menyebabkan penurunan muka tanah (land subsidence) juga jadi penyebab.
Aktivitas seperti reklamasi pantai dan eksploitasi air tanah dapat meningkatkan potensi dan memperburuk banjir rob.
Reklamasi tanpa kajian yang matang bisa menurunkan muka tanah, dan jika tidak disertai perencanaan adaptif, maka berpotensi menyebabkan bencana.
Selain itu, hilangkan mangrove sebagai pelindung alami gelombang dan pembangunan pesisir yang tidak terencana menyebabkan air pasang masuk ke daratan.
Dampak banjir rob
Pelabuhan Sunda Kelapa di Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, terus dihantui banjir.
Kawasan pesisir memiliki kerentanan paling tinggi terutama seiring dengan pertumbuhan penduduk sangat pesat sehingga meningkatkan potensi risiko terhadap bahaya banjir rob.
Ada berbagai dampak signifikan akibat banjir rob terutama terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir.
Banjir rob bisa mengakibatkan kerusakan ekosistem pesisir, termasuk hutan mangrove, serta merugikan sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata.
Ketika sampai ke pemukiman, banjir rob bisa merusak infrastruktur jalan dan permukiman yang terendam, sementara mengganggu akses air bersih yang memicu masalah kesehatan.
Banjir rob merupakan ancaman serius bagi wilayah pesisir sehingga membutuhkan penanganan terpadu dari pemerintah dan masyarakat.
Strategi mitigasi untuk mengatasi banjir rob
Ada beberapa tindakan mitigasi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah banjir rob, termasuk penguatan infrastruktur pantai rehabilitasi ekosistem hingga adaptasi tata ruang.
Kombinasi pendekatan berbasis alam dan teknologi dapat dilakukan untuk mengurangi risiko banjir rob. Beberapa strateginya antara lain:
- Membuat atau memperkuat tanggul di sekitar pesisir pantai untuk mengantisipasi air yang bertambah tinggi.
- Memperluas penanaman mangrove sebagai pelindung alami untuk menahan gelombang.
- Mengendalikan pengambilan air tanah guna mencegah penurunan muka tanah lebih lanjut.
- Membangun permukiman adaptif, seperti rumah terapung, bagi masyarakat yang tetap ingin tinggal di zona rawan.
- Penataan kembali lingkungan di pesisir pantai sehingga dapat meningkatkan wilayah resapan air.
- Pembangunan tempat pompa untuk memompa air laut yang masuk ke daratan dan diarahkan ke penampungan sementara.
- Meningkatkan literasi masyarakat tentang langkah evakuasi dan pengelolaan lingkungan pesisir.
Pemerintah bersama masyarakat juga perlu mengembangkan kebijakan inovatif, seperti sistem peringatan dini dan desain infrastruktur tahan rob, untuk mengurangi dampaknya.
Sumber:
Institut Pertanian Bogor
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DI Yogyakarta
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang