Kualitas PMI jadi Sorotan

Negara Taiwan.
Negara Taiwan.

Kerja sama ini memperkuat kontribusi pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Fokus diarahkan pada peningkatan keterampilan PMI sektor agroindustri.

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla menekankan pentingnya peningkatan kualitas PMI.

Menurutnya, isu keterampilan masih menjadi tantangan utama pekerja migran. “Di balik roda ekonomi yang berputar, isu keterampilan PMI masih membayangi,” ungkap dia, melalui keterangan resminya, Selasa, 27 Januari 2026.

Dzulfikar menjelaskan, sepanjang 2025 terdapat 296.948 penempatan PMI ke luar negeri.

Negara tujuan terbesar adalah Taiwan dengan dominasi sektor domestik dan perkebunan. “Sebanyak 63,94 persen PMI terkonsentrasi pada lima jabatan sektor domestik dan agro,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat peningkatan keterampilan calon PMI menjadi kebutuhan mendesak. Karena itu, KP2MI menjalin kemitraan dengan LPP Agro Nusantara.

“Dengan urgensi ini, kami menggandeng LPP Agro Nusantara sebagai Migrant Training Centre,” papar Dzulfikar.

Direktur LPP Agro Nusantara Pranoto Hadi Raharjo menyatakan, kesiapan menjalankan amanah tersebut.

LPP Agro Nusantara berpengalaman sebagai Corporate University PTPN Group sejak 1950. Pranoto menyebut peran ini strategis bagi penguatan agroindustri nasional.

Pelatihan dan sertifikasi telah disiapkan sebagai bekal PMI sektor agro.

"Desain pembelajaran kami unggul dan tepat sasaran untuk kebutuhan lapangan. Kami berharap program ini mampu meningkatkan daya saing dan nilai kompetitif PMI," kata Pranoto.