Digitalisasi dan Modernisasi Pabrik Berbuah Cuan
Berdasarkan laporan keuangan belum diaudit (unaudited), perusahaan sukses membukukan laba bersih sebesar Rp6,19 triliun, atau tumbuh 65 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K Santosa, mengungkapkan bahwa peningkatan kinerja keuangannya merupakan dampak langsung dari kedisiplinan eksekusi strategi di seluruh lini.
"Fokus kami terpusat pada tiga hal pokok mulai dari peningkatan produktivitas, efisiensi yang tepat, dan optimalisasi aset yang dijalankan secara konsisten. Pencapaian laba unaudited Rp6,19 triliun ini bukan sekadar windfall profit dari fluktuasi harga komoditas, namun dampak nyata atas transformasi dan perbaikan mendasar cara kami bekerja," ungkapnya.
Fundamental operasional yang semakin solid menjadi pijakan awal dari lompatan kinerja PTPN IV PalmCo. Dari sisi produktivitas hulu (on-farm), perusahaan mencatatkan peningkatan produktivitas Tandan Buah Segar (TBS) yang mencapai 20,63 ton per hektare (ton/ha), tumbuh 3 persen secara YoY.
Sementara itu, dari sisi hilir atau pengolahan, produktivitas crude palm oil (CPO) mencatatkan performa yang lebih baik lagi, yakni mencapai 4,70 ton/ha, atau tumbuh 9 persen YoY.
Laba pertumbuhan laba bersih hingga 65 persen YoY tersebut tidak lepas dari keberhasilan program efisiensi yang dijalankan perusahaan, yang kini menjadi motor utama profitabilitas.
Dampaknya sangat jelas, Margin EBITDA perusahaan menguat di level 26,05 persen, naik 11,44 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Kenaikan laba tersebut juga menunjukkan lompatan pertumbuhan pada rasio Return on Asset (RoA) perusahaan.
Seiring dengan laba dan efisiensi yang meningkat tajam, indikator efektivitas pengelolaan aset atau RoA turut menunjukkan tren yang sangat positif. Realisasi RoA PalmCo menyentuh 7,9 persen, melampaui target awal perusahaan yang ditetapkan sebesar 4,9 persen.