Andalkan Sistem Digital Terpadu untuk Perluas Akses Jemaah
Dengan populasi Muslim sekitar 245 juta jiwa, angka tersebut menunjukkan bahwa kurang dari satu persen umat Muslim Indonesia yang berkesempatan melaksanakan umrah setiap tahun.
Momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia pada tahun ini dimanfaatkan PT Esra Wisata untuk memperkuat posisi dalam industri perjalanan ibadah.
Perusahaan penyelenggara resmi Biro Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) serta memiliki izin resmi Penyelenggara Program Haji Khusus dari pemerintah itu menargetkan pemberangkatan jemaah dalam skala ribuan per bulan dengan penguatan legalitas, sistem manajemen terpadu, serta pengembangan ekosistem agen nasional.
Direktur Esra Wisata Abdullah Yusuf menargetkan pertumbuhan jemaah dilakukan secara bertahap dan berbasis sistem.
“Kami membangun pertumbuhan berbasis kepatuhan regulasi, manajemen terintegrasi, kemitraan strategis, dan penguatan jaringan nasional. Target ribuan jemaah per bulan merupakan bagian dari penguatan ekosistem layanan ibadah yang profesional dan berkelanjutan,” ujarnya.
Untuk mendukung ekspansi nasional, perusahaan mengandalkan kemitraan dengan hotel dan penginapan di Arab Saudi serta kerja sama maskapai penerbangan internasional.
Selain itu, sistem manajemen operasional terpadu diterapkan guna memastikan transparansi, pengawasan, dan kepatuhan regulasi, Saat ini, Esra Wisata menetapkan empat titik keberangkatan nasional, yakni Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta), Hasanuddin (Makassar), Juanda (Surabaya), dan Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru).
Jaringan agen ini berperan dalam edukasi jemaah, distribusi informasi resmi, serta perluasan akses layanan hingga ke berbagai daerah, dengan standar operasional yang terintegrasi secara nasional.
Bukan itu saja. Esra Wisata juga menggelar program Umrah dan Tabligh Akbar pada Agustus 2026 bersama Ustaz Abdul Somad (UAS). Program ini tidak hanya dirancang sebagai perjalanan ibadah, tetapi sebagai momen pembinaan rohani yang lebih mendalam bagi para jemaah.
"Momentum kemerdekaan dimaknai sebagai refleksi diri, memperkuat iman, serta memohon keberkahan bagi Indonesia agar menjadi negeri yang Baldatun Thayyibatun, negeri yang baik dan diberkahi," tuturnya.