Cara Kuliah di Inggris: Mulai dari Persiapan, Beasiswa hingga Tips Sukses
Kuliah di Inggris menjadi salah satu impian banyak mahasiswa Indonesia. Negara ini dikenal memiliki universitas bergengsi, sistem pendidikan berkualitas tinggi, serta lingkungan akademik yang mendorong inovasi dan penelitian. Tidak heran jika setiap tahun ribuan pelajar dari berbagai negara memilih Inggris sebagai tujuan studi.
Namun, bagi banyak orang, pertanyaan yang sering muncul adalah, bagaimana sebenarnya cara kuliah di Inggris? Apa saja yang harus dipersiapkan agar bisa diterima di universitas di sana?
Secara umum, ada beberapa langkah penting yang perlu dilakukan oleh calon mahasiswa sebelum memulai studi di Inggris. Mulai dari menentukan jurusan, mempersiapkan kemampuan bahasa Inggris, hingga mencari sumber pendanaan atau beasiswa.

1. Menentukan Jurusan dan Universitas
Langkah pertama untuk kuliah di Inggris adalah menentukan jurusan yang ingin diambil serta universitas tujuan. Inggris memiliki ratusan universitas dengan berbagai pilihan program studi, mulai dari sains, teknologi, bisnis, hingga seni.
Penting untuk memilih program yang benar-benar sesuai dengan minat dan rencana karier. Hal ini juga akan membantu mahasiswa lebih fokus selama menjalani perkuliahan.
Salah satu contoh mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di Inggris adalah Amelia Khairani Sutrisno yang kini berprofesi sebagai masinis MRT Jakarta. Ia mengambil program khusus di bidang perkeretaapian.
“Jurusannya aku ambil di University of Birmingham itu, khususnya Railway System Engineering and Integration,” kata Amelia saat ditemui di kawasan MRT Dukuh Atas Jakarta pada Kamis, 5 Maret 2026.
Program tersebut berkaitan dengan teknologi sistem transportasi kereta yang terus berkembang di berbagai negara.
2. Mempersiapkan Kemampuan Bahasa Inggris
Universitas di Inggris umumnya mewajibkan calon mahasiswa internasional untuk memiliki sertifikat kemampuan bahasa Inggris seperti IELTS.
Persiapan tes ini tidak bisa dilakukan secara mendadak. Banyak calon mahasiswa mempersiapkannya jauh-jauh hari agar mendapatkan skor yang memenuhi syarat universitas tujuan.
Amelia juga menekankan bahwa proses persiapan studi ke luar negeri membutuhkan waktu yang cukup panjang.
“Oke, sebetulnya pertama nyapin itu di tahun 2023 ya, karena untuk studi di luar negeri sendiri itu persiapannya harus cukup panjang, itu ada harus IELTS tes, harus secara apa namanya, untuk kesanapun harus disiapkan fundingnya dan lain sebagainya, itu kurang lebih persiapannya itu satu tahun sebetulnya,” jelasnya.
Karena itu, calon mahasiswa sebaiknya mulai mempersiapkan diri minimal satu tahun sebelum keberangkatan.
3. Mencari Beasiswa atau Pendanaan
Biaya kuliah di Inggris memang tidak sedikit. Oleh karena itu, banyak mahasiswa Indonesia memilih jalur beasiswa.
Beberapa program beasiswa populer antara lain LPDP, Chevening Scholarship, serta berbagai beasiswa yang disediakan langsung oleh universitas.
Amelia sendiri berhasil melanjutkan studi di Inggris melalui program beasiswa dari pemerintah Indonesia.
“Untuk berangkat ke UK, alhamdulillah saya diberikan kesempatan oleh Kemenkeu melalui Biasiswa LPDP, di tahun 2024 saya lolos untuk scholarshipnya, jadi alhamdulillahnya di September saya bisa berangkat gitu,” jelasnya lagi.
Dengan beasiswa, mahasiswa tidak hanya mendapatkan bantuan biaya kuliah, tetapi juga dukungan hidup selama masa studi.
4. Menyiapkan Dokumen dan Proses Pendaftaran
Setelah menentukan universitas dan sumber pendanaan, tahap berikutnya adalah menyiapkan dokumen pendaftaran. Biasanya universitas di Inggris meminta beberapa dokumen seperti:
- Ijazah dan transkrip nilai
- Sertifikat IELTS
- Personal statement
- Surat rekomendasi
- Curriculum vitae (CV)
Proses pendaftaran biasanya dilakukan secara online melalui sistem aplikasi universitas.
5. Mempersiapkan Kehidupan di Inggris
Selain akademik, calon mahasiswa juga perlu mempersiapkan diri secara mental dan fisik untuk tinggal di negara dengan budaya berbeda.
Perubahan cuaca sering menjadi tantangan bagi mahasiswa dari negara tropis seperti Indonesia. Karena itu, penting untuk mempersiapkan kesehatan, perlengkapan musim dingin, serta dana cadangan ketika pertama kali tiba di Inggris.
Untuk membantu calon mahasiswa mendapatkan informasi yang tepat, berbagai lembaga pendidikan juga menyediakan panduan tentang studi di Inggris. Salah satunya melalui kampanye Study UK yang digagas British Council.
Melalui program ini, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai universitas di Inggris, pilihan program studi, hingga proses pendaftaran.
Di Jakarta, kampanye tersebut bahkan diperkenalkan melalui ruang publik seperti transportasi MRT Jakarta agar lebih mudah diakses oleh generasi muda yang setiap hari beraktivitas di kota.
Kuliah di Inggris bukan hanya tentang mendapatkan gelar internasional, tetapi juga kesempatan membangun jaringan global, mempelajari teknologi terbaru, serta memperluas wawasan.
Bagi mahasiswa Indonesia, pengalaman tersebut dapat menjadi bekal penting untuk berkontribusi dalam berbagai sektor pembangunan di tanah air.
Dengan persiapan yang matang, informasi yang tepat, serta tekad yang kuat, peluang untuk kuliah di Inggris sebenarnya terbuka lebar bagi siapa saja. Kisah para mahasiswa Indonesia yang telah lebih dulu menempuh pendidikan di sana menjadi bukti bahwa mimpi tersebut bukan sesuatu yang mustahil untuk dicapai.