Gapempi Tegaskan Komitmen Perkuat Ekonomi Nasional Demi Indonesia Emas 2045, Begini Caranya
Gabungan Pengusaha Merah Putih Indonesia (Gapempi) menegaskan tekad untuk memperkuat perekonomian menuju Indonesia Emas 2045, dengan melahirkan gagasan dan langkah-langkah konkret. Hal ini menjadi komitmen saat Musyawarah Nasional (Munas) I, Senin 26 Januari 2026.
Ketua Panitia Penyelenggara, Minarni Panggabean, yang juga menjabat Ketua Harian. Depinas Gapempi mengatakan, Munas pertama ini mengangkat tema "Menuju Indonesia Emas 2045" dengan subtema "Dengan Jiwa dan Semangat Kewirausahaan serta Nilai Perjuangan berdasarkan Pancasila, Gapempi Raih Prestasi Emas di Era Digital".
"Sebagaimana lazimnya sebuah organisasi, dalam Munas I ini pengurus periode sebelumnya menyampaikan laporan pertanggungjawaban, dilanjutkan dengan evaluasi AD/ART, dan menyusun program kerja," kata Minarni pada awak media di Sumba Room Hotel Borobudur Jakarta.
Ia menyatakan Munas Gapempi ke-I ini diharapkan bisa menjadi momentum untuk menyelaraskan kegiatan Gapempi dengan program pemerintah.
"Selain itu, dalam Munas ini akan diselenggarakan pemilihan ketua umum periode 2026-2031. Nanti akan ada komisi-komisi yang akan memilih kandidat calon ketua umum," ungkapnya.
Ia menjelaskan, Munas I ini diselenggarakan secara hybrid. Para anggota yang hadir secara luring, yakni Papua sebanyak 7 kota, Gorontalo, Yogya, Maluku, Kalimantan Timur dan NTT. Sementara, sisa anggota lainnya, hadir secara daring.
"Kita punya 18 Dewan Pimpinan Daerah (Depidar), yang hari ini dilantik, dan 5 Depidar yang sudah dilantik. Totalnya jadi 23. Harapannya, tahun ini bisa bertambah lagi," kata Minarni menjawab masalah jumlah perwakilan Gapempi.
Sekretaris Jenderal Depinas Gapempi, Ruddy Sumampouw menambahkan, bahwa dalam Munas Gapempi I ini juga dibahas isu-isu nasional.
"Seperti masalah daya beli masyarakat yang kini tengah melemah atau kebutuhan masyarakat akan pekerjan yang berkualitas," kata Ruddy.
Ia menjelaskan, anggota Gapempi memiliki rentang usaha dari besar hingga kecil. Hal tersebutlah yang akan menjadi ujung tombak dalam upaya mengembangkan perekonomian masyarakat.
"Pada tahun 2023, dengan difasilitasi oleh Wamendag Jerry, Gapempi saat itu sudah mengkoordinir produk-produk untuk masuk ke ITPC. Namun, belum difinalisasi, karena memasuki tahun 2024, banyak pihak yang sudah mulai sibuk dengan tahun politik. Dalam periode kepemimpinan yang baru ini, diharapkan bisa difinalisasi," tutur Ruddy.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP Gerakan Penerus Perjuangan Merah Putih (GPPMP) selaku organisasi induk yang menginisiasi pembentukan Gapempi, Jeffrey Rawis menyampaikan harapannya Gapempi ini bisa memobilisasi gerakan ekonomi kerakyatan untuk memperkuat tawar ke depannya.
"Gapempi saat ini sudah berhasil mengembangkan dirinya, dengan menghadirkan Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) di berbagai provinsi. Kemudian, berhasil juga memiliki memiliki perwakilan di luar negeri yang disebut Dewan Pimpinan Luar Negeri, yakni di Amerika, Korea, dan Australia," kata Jeffrey.
Ia berharap Gapempi mampu menembus pasar-pasar yang ada, khususnya produk-produk dari UMKM.
"Dengan adanya Munas ini diharapkan akan hadir kepengurusan yang baru dengan program-program yang lebih menyentuh kepentingan ekonomi kerakyatan," ucapnya.
Ia menyatakan, pemerintah saat ini telah banyak memberikan program kebijakan di bidang ekonomi kerakyatan.
"Kita tinggal mengambil bagian-bagian disitu. Contohnya, mobilisasi ekonomi rakyat pada program MBG," ucapnya.