Kenapa Sudah Tidur 8 Jam Kepala dan Badan Malah Sakit?
Tidur selama minimal 8 jam sudah sering kali ditekankan dalam dunia medis, sebab tidur merupakan komponen penting bagi proses pemulihan tubuh. Idealnya kamu tidak seharusnya mengorbankan waktu tidur, bahkan jika itu berarti harus begadang demi menonton serial favorit yang sedang seru.
Namun, apakah tidur selama 8 jam benar-benar sudah cukup? Jika angka itu dianggap ideal untuk bangun dengan perasaan segar, tapi kenapa masih ada orang yang tetap merasa lemas atau mengantuk setelah tidur selama 8 jam? Apakah hal itu mungkin terjadi?
Ternyata, hal itu memang bisa terjadi. Dokter spesialis tidur dan neurolog anak dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang medis, Dr. Christopher J. Allen menjelaskan lewat unggahan Instagram pada 20 Oktober bahwa tidur selama 8 jam tidak selalu berarti tidur yang berkualitas.
“Kamu tidak membutuhkan tidur yang lebih lama, kamu membutuhkan tidur yang lebih baik,” kata dia menegaskan seperti dikutip dari laman Hindustantimes, Rabu 22 Oktober 2025.
Kapan tidur 8 jam justru bisa menjadi masalah?
Bagaimana cara mengetahui bahwa meskipun kamu tidur cukup lama, kualitas tidurmu sebenarnya buruk? Seperti yang dikatakan Dr. Allen, kualitas tidur sama pentingnya bahkan mungkin lebih penting daripada durasinya. Jadi, meskipun kamu tidur 8 jam, belum tentu kamu mendapatkan tidur yang benar-benar berkualitas. Gangguan tidur yang belum terdiagnosis juga bisa menjadi penyebab kamu tidak merasa segar setelah bangun.
“Banyak orang mengaku tetap merasa lebih lelah meski sudah tidur 8 jam. Jadi, mari kita bahas kenapa hal itu bisa terjadi. Ketika kamu tidur, seharusnya durasinya memang antara 7 hingga 9 jam. Saat bangun, kamu seharusnya merasa segar dan waspada. Tapi jika yang terjadi justru sebaliknya bangun dengan rasa lemas, mulut kering, bahkan sakit kepala itu tanda ada masalah,” kata dia menjelaskan.
Sebagai solusi, dokter spesialis tidur ini menyarankan dua langkah untuk menemukan akar penyebabnya. Menurutnya, durasi tidur memang penting, tetapi kamu juga perlu memperhatikan perilaku tidur itu sendiri untuk mengetahui apa yang mengganggu kualitasnya.
“Kamu bisa berbicara dengan pasangan tidurmu untuk memastikan apakah kamu mendengkur atau mengalami jeda napas saat tidur. Setelah itu, temui dokter spesialis tidur seperti saya, agar kami bisa mengevaluasi apakah kamu memiliki gangguan tidur tertentu dan memastikan kamu benar-benar merasa segar ketika bangun,” ujar Dr. Christopher J. Allen.