Robot Juga Bisa "Sakit", China Bikin Ambulans Khusus

Robot, China, marketplace, Robot Juga Bisa

Marketplace asal China, JD.com, memiliki layanan ambulans unik karena bukan ditujukan untuk manusia, melainkan untuk robot.

"Robot Ambulance" ini dirancang untuk menangani kebutuhan perawatan dan perbaikan humanoid, robot berkaki empat, hingga robot pendamping berbasis kecerdasan buatan (AI companion).

Menurut laporan Gasgoo, robot ambulans ini pertama kali beroperasi di Beijing, China. Namun, ketersediaannya akan diperluas secara bertahap ke lebih dari 50 kota utama di China dalam tiga tahun ke depan.

Melalui layanan ini, pengguna bisa mendapat berbagai layanan purnajual, seperti perbaikan dasar, diagnosis kerusakan, penggantian baterai, pengecasan, pengujian performa, perawatan, hingga daur ulang.

Menurut pihak JD, layanan ini hadir untuk menjawab kebutuhan industri robotik yang berkembang pesat, sekaligus memperkuat infrastruktur layanan purnajual bagi perangkat robot yang semakin banyak digunakan di berbagai sektor.

Untuk mendukung layanan tersebut, JD memperkenalkan standar layanan "120" bagi robot. Standar ini menjanjikan respons awal dalam waktu satu menit setelah laporan diterima, teknisi tiba di lokasi dalam waktu dua jam, serta penyelesaian perbaikan pada hari yang sama.

Selain di China, jaringan layanan perbaikan robot ke pasar internasional. Saat ini layanan tersebut sudah tersedia di sejumlah negara Eropa, termasuk Inggris dan Jerman.

Robot, China, marketplace, Robot Juga Bisa

Ilustrasi robot logistik

Ke depannya, raksasa marketplace China ini juga berencana memperluas cakupan layanan ke Amerika Utara, Timur Tengah, dan kawasan Asia Pasifik.

Harapannya, ekspansi ini dapat memangkas biaya purnajual yang selama ini muncul akibat pengiriman unit robot kembali ke China untuk perbaikan.

Dalam pengembangan ekosistem robotik, JD juga menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan robot terkemuka, seperti Unitree Robotics, Songyan Dynamics, Deep Robotics, dan AgiBot.

Perusahaan turut menyiapkan ekspansi sumber daya manusia untuk mendukung pertumbuhan bisnis tersebut. Dalam tiga tahun ke depan, perusahaan menargetkan memiliki lebih dari 10.000 teknisi robot profesional yang tersebar di berbagai wilayah operasionalnya.

Bikin pabrik robot

Adapun upaya di industri robotik tidak hanya terbatas pada layanan purnajual. Pada November 2025, JD juga menandatangani kerja sama pembangunan pabrik robot pintar global bernama "Langzu" di Wuxi, Provinsi Jiangsu, China.

Pabrik yang berdiri di lahan seluas sekitar 100 mu atau sekitar 6,7 hektare itu akan menjadi fasilitas produksi robot logistik cerdas.

Fasilitas tersebut dirancang dengan proses produksi otomatis yang mencakup manufaktur komponen inti, perakitan robot, hingga integrasi software. 

Proyek itu akan menggabungkan ekosistem industri lokal dengan kemampuan rantai pasok perusahaan demi mendorong penerapan AI di bidang logistik, dihimpun KompasTekno dari Gasgoo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang