Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Junior BWF 2026, PBSI Ambil Keputusan Sulit

PBSI, Kejuaraan Dunia Junior BWF, Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Junior BWF 2026, PBSI Ambil Keputusan Sulit

Kabar mengejutkan datang dari Kejuaraan Dunia Junior BWF 2026. Indonesia memutuskan untuk mundur menanggalkan status tuan rumah lewat pernyataan resmi PBSI, Sabtu (24/1/2026).

Tidak ada penjelasan detail tentang alasan PBSI menarik diri dan mengembalikan hak penyelenggaraan Kejuaraan Dunia Junior BWF 2026 yang semula direncanakan berlangsung di Solo, Jawa Tengah.

Isu keterbatasan dana dan minim sponsor muncul ke permukaan selain situasi terkini Solo yang kurang kondusif lantaran terjadi konflik internal keluarga Keraton Surakarta. 

Berdasarkan keterangan resmi PBSI, keputusan tersebut diambil setelah melalui serangkaian diskusi internal serta pertimbangan yang matang. 

Dengan penyesalan yang mendalam, PBSI menyatakan bahwa akibat kondisi yang tidak dapat dihindari, sehingga Indonesia tidak dapat melanjutkan persiapan sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia Junior BWF 2026.

PBSI, Kejuaraan Dunia Junior BWF, Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Junior BWF 2026, PBSI Ambil Keputusan Sulit

Pebulu tangkis muda Indonesia, Alwi Farhan, mengangkat trofi juara Kejuaraan Dunia Junior BWF 2023. Pada laga final yang digelar di The Podium Arena, Minggu (8/10/2023) dini hari WIB, Alwi mampu mengalahkan wakil China, Hu Zhe An, dengan skor 21-19, 19-21, dan 21-14.

Keputusan Sulit

Kepala Bidang Hubungan Luar Negeri PBSI, Bambang Roedyanto, menyampaikan bahwa keputusan ini merupakan langkah yang sulit, namun harus diambil secara bertanggung jawab.

“Keputusan untuk mengembalikan hak tuan rumah Kejuaraan Dunia Junior BWF 2026 diambil setelah melalui pertimbangan yang sangat matang dan diskusi internal yang komprehensif."

"Bukan keputusan yang mudah, namun diambil dengan mengedepankan kepentingan terbaik bagi seluruh pihak serta keberlangsungan penyelenggaraan kejuaraan secara optimal,” ujar Bambang Roedyanto.

PBSI menyadari betapa pentingnya Kejuaraan Dunia Junior BWF sebagai ajang bergengsi dalam pembinaan dan pengembangan atlet-atlet muda dari berbagai negara, serta mengakui peran strategis BWF dalam mendorong pertumbuhan dan kemajuan bulutangkis di tingkat global. 

Sehingga, keputusan ini tidak diambil dengan ringan, terlebih mengingat komitmen dan kecintaan Indonesia yang sangat kuat terhadap olahraga bulutangkis.

PBSI Minta Maaf

Lebih lanjut, Rudy menegaskan hubungan dengan BWF tetap menjadi prioritas.

“PBSI tetap berkomitmen penuh untuk mendukung seluruh program dan kejuaraan internasional yang diselenggarakan oleh BWF."

"Hubungan dan kerja sama yang telah terjalin dengan baik selama ini menjadi fondasi penting bagi kami untuk terus berkontribusi dalam pengembangan bulutangkis dunia di masa mendatang,” tambahnya.

PBSI menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat keputusan ini. 

PBSI juga sangat menghargai hubungan baik serta kerja sama yang telah terjalin erat dengan BWF, dan berharap kolaborasi tersebut dapat terus berlanjut dan semakin diperkuat di tahun-tahun mendatang.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang