Indonesia Masters 2026: Rachel/Febi Ungkap Penyebab Kekalahan di Semifinal

semifinal Indonesia Masters, Indonesia Masters 2026: Rachel/Febi Ungkap Penyebab Kekalahan di Semifinal

Pasangan ganda putri Indonesia, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, harus menghentikan langkah di Indonesia Masters 2026 pada babak semifinal.

Laga tersebut berlangsung di Istora Senayan, Sabtu (24/1/2026), saat Rachel dan Febi berhadapan dengan pasangan Jepang, Arisa Igarashi/Miyu Takahashi.

Rachel/Febi kalah melalui pertandingan tiga gim dengan skor 12-21, 21-19, dan 11-21.

Setelah kehilangan gim pertama, wakil Indonesia sempat bangkit dan memenangi gim kedua. Namun, pada gim penentuan, pasangan Jepang tampil lebih stabil hingga memastikan tiket final.

Pertandingan ini menjadi pertemuan perdana Rachel/Febi dengan Arisa/Miyu.

Kendala Komunikasi dan Tempo Permainan

Usai laga semifinal Indonesia Masters 2026, Rachel dan Febi menjelaskan bahwa komunikasi menjadi salah satu faktor penting dalam hasil pertandingan.

Keduanya juga mengakui kesulitan menghadapi tempo permainan cepat dari pasangan Jepang.

“Kekalahan ini jadi pengalaman buat kita. Cukup susah juga karena ini untuk kali pertamanya bertemu Arisa Igarashi/Miyu Takahashi dan mereka main dengan tempo cepat,” ujar Rachel, dilansir dari BolaSport.

“Kesalahan kita lebih kepada terlalu terburu-buru. Jadi tidak sempat untuk berpikir matang.”

“Tadi terlalu buru-buru ingin mendapatkan poin, jadi otak terasa lumayan blank,” ucap Febi.

Arisa Igarashi dikenal sebagai pemain berpengalaman, termasuk pernah meraih medali perak Olimpiade Tokyo 2020 nomor ganda campuran.

Saat berpasangan dengan Miyu, Arisa mampu mengatur ritme permainan dan menekan sejak awal.

Evaluasi Rachel/Febi

semifinal Indonesia Masters, Indonesia Masters 2026: Rachel/Febi Ungkap Penyebab Kekalahan di Semifinal

Penjelasan BWF soal prosedur pertolongan atlet dengan kondisi darurat.

Bermain di hadapan pendukung sendiri juga memberi tantangan tersendiri bagi Rachel dan Febi. Dukungan penonton menghadirkan semangat tambahan, meski sempat menimbulkan ketegangan di awal laga.

“Mungkin awal-awal tadi cukup tegang juga ya di hadapan para suporter. Tapi dukungan dari suporter Indonesia cukup membantu kita,” tutur Febi.

Rachel menegaskan komunikasi akan menjadi fokus perbaikan ke depan.

“Yang perlu diperbaiki untuk ke depannya adalah komunikasinya. Harus lebih sering lagi komunikasinya karena kita terlalu buru-buru untuk ambil keputusan,” ujar Rachel.

“Seperti ingin cepat servis, belum terlalu banyak komunikasi seperti (aku harus isi posisi ini, kamu harus di posisi itu), seperti itu. Lebih tenang lagi sih intinya.”

Febi menambahkan, “Harus lebih sabar lagi. Jangan terlalu buru-buru ambil keputusan karena bisa berujung kepada bola mati.”

Rachel dan Febi, juara bertahan Australia Open, menargetkan masuk 20 besar peringkat dunia BWF pada 2026.

“Untuk target kita tahun ini semoga bisa tembus 20 besar,” ungkap Febi.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang